ATR/BPN Klaim Miliki Tanah Seluas 864.662 Hektare, Buat Apa Saja?
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) membukukan sebanyak 864.662 hektare (ha) tanah. Ratusan ribu biadang tanah itu siap digunakan untuk mendukung program Presiden Prabowo Subianto, seperti ketahanan pangan, permukiman layak huni, dan program prioritas lainnya.
“Kami memiliki 854.662 hektare cadangan tanah terlantar dan tambahan 10.000 hektare tanah hasil konversi dari hak guna usaha (HGU) ke hak guna bangunan (HGB) akibat perubahan tata ruang,” kata Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid dalam paparannya pada Rapat Koordinasi di Kantor Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, Rabu (8/1/2025).
Baca Juga
Tembus 96%, Menteri ATR Optimistis 126 Juta PTSL Rampung Akhir Tahun 2024
Menurut Nusron, sebanyak 209.780 dari 864.662 hektare akan dialokasikan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Langkah ini diharapkan mampu memastikan ketersediaan lahan pertanian yang cukup untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan pangan,” tambah dia.
Selain itu, lanjut Nusron, tanah seluas 567.585 ha juga dialokasikan untuk program transmigrasi. Lahan ini akan diserahkan kepada Kementerian Transmigrasi untuk relokasi penduduk ke wilayah-wilayah baru.
"Hal ini untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di luar Jawa sekaligus mengurangi tekanan penduduk di daerah padat,” ujar dia.
Baca Juga
Menteri Nusron menambahkan, lahan seluas 87.297 ha nantinya dialokasikan untuk pembangunan permukiman demi mewujudkan tercapainya program pembangunan 3 juta rumah.
“Kami rasa untuk program 3 juta rumah, ketersediaan tanah tidak ada masalah. Kemarin juga sudah kami laporkan kepada menteri terkait, dan semua berjalan dengan lancar,” ucap dia.
Caption Foto: Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid di Kantor Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, Rabu (8/1/2025). Foto: investortrust/Rizqi Putra Satria

