Laba Chandra Daya (CDIA) Anjlok 61,5% hingga September 2026, Terseret Beban Keuangan
JAKARTA, investortrust.id – PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) membukukan penurunan tajam laba bersih sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Laba merosot 61,5% menjadi US$ 32,15 juta, dibandingkan US$ 83,54 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan tajam laba juga sejalan dengan kejatuhan signifikan harga saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini (CDIA) lebih dari 78% menjadi Rp 370 sepanjang year to date (ytd) atau penurunan lebih tajam dari pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI.
Penurunan tajam laba bersih tersebut terjadi meskipun pendapatan CDIA meningkat. Hingga akhir September 2026, perseroan mencatat pendapatan sebesar US$ 122,01 juta, naik 16,2% dibandingkan US$ 104,82 juta pada sembilan bulan pertama 2025.
Baca Juga
Chandra Asri (TPIA) Perbesar Anggaran Buyback Jadi Rp 2 Triliun, Bidik 1,6 Miliar Saham
Namun, kenaikan pendapatan itu tidak diikuti pertumbuhan laba kotor yang sebanding. Laba kotor CDIA tercatat US$ 25,60 juta, hanya naik sekitar 6,5% dibandingkan US$ 24,04 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Tekanan terhadap profitabilitas terutama terlihat dari kenaikan beban keuangan yang hampir dua kali lipat. Beban keuangan CDIA mencapai US$ 40,23 juta per September 2026, melonjak 91,7% dibandingkan US$ 20,98 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Selain itu, beban umum dan administrasi meningkat menjadi US$ 13,37 juta dari US$ 7,84 juta. Beban penjualan tercatat US$ 1,06 juta, sedikit lebih tinggi dibandingkan US$994 ribu pada sembilan bulan pertama 2025.
Baca Juga
Anak Usaha CDIA Ekspansi Bisnis Tangki Bitumen Kapasitas 12.000 m³, Perkuat Industri Konstruksi
Kondisi tersebut turut menekan laba sebelum pajak CDIA menjadi US$ 44,53 juta, turun 47,4% dibandingkan US$ 84,69 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, perseroan membukukan pendapatan keuangan sebesar US$ 29,87 juta, meningkat dari US$ 21,08 juta. Keuntungan kurs menjadi US$ 12,94 juta, dibandingkan kerugian kurs sebesar US$1,89 juta pada September 2025.
Dari sisi atribusi laba, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk CDIA tercatat US$ 30,26 juta, anjlok 61% dibandingkan US$ 77,61 juta pada sembilan bulan pertama 2025. Laba per saham dasar juga turun menjadi US$0,0002 dari US$0,0007.
