Bitcoin Menguat Tipis, Pasar Kripto Masih Dibayangi Tekanan Jual
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Harga Bitcoin (BTC) menguat 0,69% dalam 24 jam menjadi US$80.675 pada perdagangan Rabu (28/10/2026) pukul 07.32 WIB setelah sempat turun di bawah US$80.000. Meski mengalami pemulihan harian, Bitcoin masih terkoreksi 2,91% dalam sepekan terakhir.
Berdasarkan data CoinMarketCap, penguatan Bitcoin terjadi pada paruh kedua perdagangan di Amerika Serikat setelah pembeli kembali masuk ke pasar. Namun, pergerakan tersebut belum menghapus tekanan harga yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir.
Sementara itu, Ethereum (ETH) naik 0,78% menjadi US$2.343 dalam 24 jam. Meski demikian, harga Ethereum masih turun 4,47% dalam tujuh hari terakhir.
Sentimen pasar juga dipengaruhi sikap investor besar yang mulai menunjukkan kecenderungan bearish. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa sebagian pelaku pasar masih berhati-hati dalam menyikapi pemulihan harga aset kripto.
Baca Juga
Bitcoin di Persimpangan, Analis Proyeksikan Level US$75.000 hingga US$100.000
Pelaku pasar turut mencermati keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (28/10/2026) pukul 18.00 waktu AS. Pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga, sehingga perhatian investor tertuju pada sinyal kebijakan untuk Desember.
Di tengah pergerakan Bitcoin yang terbatas, sejumlah aset kripto berkapitalisasi lebih kecil mencatatkan kenaikan lebih tinggi. Pergerakan ini mencerminkan penguatan terbatas di pasar aset berisiko, meskipun belum menunjukkan pergeseran arus dana secara luas dari Bitcoin.
Zcash (ZEC) naik 5,01% menjadi US$1.300. Penguatan tersebut terjadi menjelang ulang tahun kesepuluh Zcash pada 28 Oktober, di tengah meningkatnya arus masuk mingguan ke produk ETF Zcash Grayscale serta rencana pembaruan jaringan NU7 sekitar 5 November.
Selain itu, posisi short yang besar di pasar derivatif berpotensi memicu pembelian kembali ketika harga bergerak naik. Fenomena short covering ini dapat memperkuat kenaikan harga, tetapi juga berisiko membuat pergerakan berbalik ketika tekanan penutupan posisi mereda.
Baca Juga
Gabung AFSI, Indodax Dorong Literasi Aset Kripto dari Perspektif Syariah
Aset kripto berorientasi privasi lainnya, Dash (DASH), sempat naik 4,35%, meskipun kemudian terkoreksi 0,29% pada saat data diambil.
Token Hyperliquid (HYPE) juga naik 4,3% menjadi US$81. Pergerakan ini terjadi bersamaan dengan peluncuran kontrak perpetual futures oleh Crypto.com yang diatur oleh Commodity Futures Trading Commission (CFTC) bagi pedagang yang memenuhi persyaratan di Amerika Serikat. HYPE termasuk dalam lima kontrak yang diluncurkan.
Peluncuran tersebut memberikan akses kepada pedagang yang memenuhi syarat di AS untuk memperdagangkan kontrak berjangka perpetual HYPE melalui platform yang teregulasi. Namun, belum dapat dipastikan seberapa besar peluncuran produk tersebut berkontribusi terhadap kenaikan harga HYPE di tengah penguatan pasar kripto secara keseluruhan.
