Laba Bersih Astra Agro (AALI) Melesat 78% per September 2026, Tembus Rp 1,9 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 78,02% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 1,90 triliun hingga kuartal III-2026. Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan bersih, lonjakan laba bruto, serta efisiensi beban operasional perseroan.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk AALI mencapai Rp 1,905 triliun pada sembilan bulan pertama 2026, meningkat dari Rp 1,07 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga
Usai Pengumuman Dividen Interim, Astra Agro Lestari (AALI) Siapkan Dana Rp 400 Miliar untuk Aksi Ini
Sejalan dengan pertumbuhan laba, laba per saham dasar dan dilusian AALI meningkat 78,02% menjadi Rp 989,77 per saham per September 2026, dibandingkan Rp 555,99 per saham pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi pendapatan, anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) ini membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 23,71 triliun hingga akhir September 2026. Angka tersebut meningkat 7,21% dibandingkan Rp22,12 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini diikuti pertumbuhan beban pokok pendapatan yang lebih terbatas. Beban pokok pendapatan AALI tercatat sebesar Rp 19,34 triliun, naik 2,57% dibandingkan Rp18,86 triliun per September 2025.
Baca Juga
IHSG Berpeluang Lanjut Melemah Hari Ini, Saham DSNG hingga AADI Layak Dilirik
Perbedaan laju pertumbuhan pendapatan dan beban pokok pendapatan tersebut mendorong laba bruto perseroan melonjak 34,04% menjadi Rp 4,37 triliun, dari Rp3,26 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Selain pertumbuhan laba bruto, peningkatan profitabilitas Astra Agro ditopang oleh penurunan sejumlah beban perseroan.
Perseroan juga mencatatkan penurunan biaya pendanaan secara signifikan menjadi Rp 2,67 miliar, dari sebelumnya Rp139,58 miliar. Selain itu, AALI membukukan keuntungan selisih kurs bersih sebesar Rp 140,64 miliar. Kombinasi pertumbuhan laba bruto dan efisiensi beban tersebut mendorong laba sebelum pajak penghasilan AALI melonjak 67,76% secara tahunan menjadi Rp 2,61 triliun per September 2026. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, laba sebelum pajak perseroan tercatat sebesar Rp1,56 triliun.
