IHSG Ditutup Anjlok 1,99% ke 5.266Terseret Kejatuhan Saham Big Cap
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (27/10/2026), ditutup jatuh sebanyak 106,96 poin (1,99%) menjadi 5.266. Rentang pergerakan 5.182-5.418 dengan nilai transaksi Rp 16,09 triliun.
Penurunan tersebut dipicu atas anjloknya sejumlah saham big cap, seperti BREN, BYAN, BBRI, BMRI, BBNI, hingga BBCA. Penurunan juga dipicu atas pelemahan seluruh saham emiten Prajogo Pangestu, seperti TPIA, BRPT, CUAN, hingga CDIA. Begitu juga dengan saham yang teraffiliasi dengan Haji Isam alami kejatuhan, seperti TEBE, JARR, PGUN, PACK, ASLI, hingga FAST. Sebaliknya saham emiten grup Astra justru berhasil di zona hijau.
Baca Juga
IHSG Anjlok 3,27% ke 5.197, Rupiah Rp18.167 dan Isu MSCI Jadi Pemicu
Penurunan juga dipicu atas pelemahan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor energi turun 3,33%, sektor material dasar 3,32%, sektor teknologi melemah 3,16%, sektor konsumer primer turun 1,36%, sektor kesehatan jatuh 1,50%, sektor konsumer non primer turun 0,49%, sektor transportasi turun 2,83%, sektor infrastruktur turun 2,95%, sektor property melemah 1,55%, sektor keuangan jatuh 1,11%. Sebaliknya saham sektor industry naik 1,43%.
Meski terjadi penurunan tajam, beberapa saham berikut masih berhasil torehkan penguatan, DADA naik 33,33% menjadi Rp 24, TGUK naik 23,46% menjadi Rp 100, BOGA naik 22,88% menjadi Rp 1.880, TMP naik 20,63% menjadi Rp 228, dan OKAS naik 19,32% menjadi Rp 105.
Kemarin, IHSG ditutup jatuh sebanyak 66,17 poin (1,22%) menjadi 5.373 dengan investor asing melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,85 triliun. Terbanyak disumbangkan saham BMRI senilai Rp 400,03 miliar, TLKM sebanyak Rp 329,39 miliar, dan BBCA mencapai Rp 235,53 miliar.
Baca Juga
Pemerintah Buka Kembali Pendaftaran Magang Nasional Batch 3 Angkatan II
Penurunan tersebut juga sejalan dengan kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor energi turun 2,36%, sektor material dasar jatuh 1,57%, sektor industry melemah 1,87%, sektor konsumer non primer turun 1,01%, sektor konsumer primer jatuh 1,53%, sektor infrastruktur melemah 2,47%, sektor teknologi melemah 2,06%, dan sektor lainnya.
Meski IHSG jatuh, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga, yaitu saham KREN naik 26,67% menjadi Rp 19, ANDI naik 25% menjadi Rp 35, TMPO naik 19,62% menjadi Rp 189, BTEK naik 18,18% menjadi Rp 13, MKNT naik 16,67% menjadi Rp 7, dan SEMA naik 14,97% menjadi Rp 430.
