Laba Superior Prima (BLES) Melejit 484%, Produksi Bata Ringan Naik 10%
JAKARTA, investortrust.id – PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES), produsen bata ringan, mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 484% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 284 miliar hingga kuartal III-2026. Pertumbuhan laba tersebut ditopang peningkatan penjualan dan optimalisasi kapasitas produksi.
Kenaikan laba tersebut sejalan dengan peningkatan penjualan sebesar Rp1,4 triliun selama sembilan bulan pertama 2026. Direktur Superior Prima Sukses, Andrew, menjelaskan bahwa pertumbuhan kinerja perseroan didukung oleh peningkatan permintaan bata ringan, ekspansi kapasitas produksi, serta optimalisasi utilisasi pabrik.
Baca Juga
Net Sell Kembali Jumbo Rp 1,85 Triliun, Saham Bank Dipimpin BMRI Dilepas Pemodal Asing
“Pertumbuhan penjualan dan laba hingga kuartal III-2026 mencerminkan upaya perseroan dalam mengoptimalkan kapasitas produksi dan memanfaatkan jaringan fasilitas yang tersebar di sejumlah wilayah,” ujar Andrew, Senin (26/10/2026).
Dari sisi operasional, Superior Prima Sukses memproduksi 2.902.730 meter kubik (m³) bata ringan selama sembilan bulan pertama 2026. Volume produksi tersebut meningkat 10% dibandingkan 2.649.455 m³ pada periode yang sama tahun lalu. Sejalan dengan peningkatan produksi, tingkat utilisasi pabrik BLES juga naik menjadi 69%, dibandingkan 63% pada sembilan bulan pertama 2025.
Dalam upaya mengoptimalkan proses produksi, perseroan turut memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di fasilitas produksinya. Total kapasitas terpasang panel surya di seluruh fasilitas produksi kini mencapai 4.362 kilowatt peak (kWp).
Baca Juga
Kejar Target, Danantara Rampungkan Tender 16 Proyek PSEL hingga Akhir 2026
Sebagai informasi, Superior Prima Sukses memiliki kapasitas produksi sekitar 5,6 juta m³ bata ringan per tahun. Kapasitas tersebut didukung enam fasilitas produksi yang tersebar di Mojokerto, Lamongan, Sragen, Sidoarjo, dan Banjarnegara.
Ke depan, perseroan berkomitmen memperkuat daya saing melalui pengembangan bisnis yang terukur dan adaptif terhadap kebutuhan pasar. “Ke depan, kami akan terus memperkuat daya saing melalui pengembangan bisnis yang terukur dan adaptif terhadap kebutuhan pasar,” sambung Andrew.
Dengan fondasi bisnis dan strategi yang dijalankan secara konsisten, manajemen optimistis dapat menjaga relevansi produk sekaligus menangkap peluang pertumbuhan industri bata ringan di Indonesia. Optimisme tersebut didukung oleh tingkat penggunaan bata ringan sebagai produk substitusi bata merah yang dinilai masih relatif rendah,
