Net Sell Kembali Jumbo Rp 1,85 Triliun, Saham Bank Dipimpin BMRI Dilepas Pemodal Asing
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,85 triliun, seiring dengan penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (26/10/2026), ditutup anjlok sebanyak 66,17 poin (1,22%) menjadi 5.373.
Net sell terbanyak melanda saham BMRI senilai Rp 400,03 miliar, TLKM sebanyak Rp 329,39 miliar, BBCA mencapai Rp 235,53 miliar, BBRI mencapai Rp 150,25 miliar, dan ANTM senilai Rp 107,31 miliar.
Sebaliknya lima saham dengan torehan pembelian bersih (net buy) terbanyak disumbangkan, NATO senilai Rp 80,39 miliar, BRIS mencapai Rp 40,80 miliar, CASA mencapai Rp 35,10 miliar, BRMS mencapai Rp 31,14 miliar, dan BRPT senilai Rp 16,73 miliar.
Baca Juga
Menkeu Suahasil Indonesia Terus Dorong Peningkatan Kualitas Manusia
Penurunan indeks hari ini sejalan dengan penurunan rupiah ke level Rp 18.177. Penurunan IHSG juga sejalan dengan pelemahan mayorita pasar saham dunia. Tekanan juga datang dari kejatuhan saham BBCA, CUAN, VKTR, BYAN, MORA, MDKA, hingga RATU.
Penurunan tersebut juga sejalan dengan kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor energi turun 2,36%, sektor material dasar jatuh 1,57%, sektor industry melemah 1,87%, sektor konsumer non primer turun 1,01%, sektor konsumer primer jatuh 1,53%, sektor infrastruktur melemah 2,47%, sektor teknologi melemah 2,06%, sektor transportasi turun 1,58%, sektor property melemah 0,99%, sektor keuangan melemah 0,56%, dan sektor kesehatan turun 1,07%.
Meski IHSG jatuh, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga, yaitu saham KREN naik 26,67% menjadi Rp 19, ANDI naik 25% menjadi Rp 35, TMPO naik 19,62% menjadi Rp 189, BTEK naik 18,18% menjadi Rp 13, MKNT naik 16,67% menjadi Rp 7, dan SEMA naik 14,97% menjadi Rp 430.
Baca Juga
Kejar Target, Danantara Rampungkan Tender 16 Proyek PSEL hingga Akhir 2026
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup melesat 51,35 poin (0,95%) menjadi 5.439, meski demikian pemodal asing melanjutkan aksi jual bersih (net sell) saham senilai Rp 1,29 triliun. Terbanyak melanda saham bank, seperti BBCA mencapai Rp 766,98 miliar, BBRI senilai Rp 346,82 miliar, dan BBNI sebanyak Rp 101,25 miliar.
Kenaikan ini ditopang penguatan mayoritas sektor saham, sektor industry naik 3,12%, energi naik 2,48%, konsumer primer naik 3,13%, sektor infrastruktur naik 1,91%, sektor transportasi menguat 1,59%, sektor property naik 0,71%, material dasar naik 0,74%, konsumer non primer menguat 0,98%, sektor teknologi menguat 0,46%, sektor keuangan naik 0,14%, dan sektor kesehatan menguat, 0,09%.
Sejalan dengan penguatan tersebut, beberapa saham berikut catatkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham WMUU naik 33,33% menjadi Rp 36, TOBA menguat 25% menjadi Rp 520, FAST naik 25% menjadi Rp 380, PTSP naik 25% menjadi Rp 2.250, KONI naik 24,91% menjadi Rp 1.680.
