IHSG Awal Pekan Ditutup Anjlok 1,22% Terseret KejatuhanS eluruh Sektor Saham
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (26/10/2026), ditutup anjlok sebanyak 66,17 poin (1,22%) kembali ke bawah level 5.400, tepatnya 5.373. Rentang pergerakan 5.349-5.453 dengan nilai transaksi Rp 12,26 triliun.
Penurunan indeks tersebut sejalan dengan penurunan rupiah ke level Rp 18.177. Penurunan IHSG juga sejalan dengan pelemahan mayorita pasar saham dunia. Tekanan juga datang dari kejatuhan saham BBCA, CUAN, VKTR, BYAN, MORA, MDKA, hingga RATU.
Baca Juga
PP Properti (PPRO) Tunjuk Adi Suryolaksono sebagai Direktur Pengelolaan Bisnis dan HCM
Penurunan tersebut juga sejalan dengan kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor energi turun 2,36%, sektor material dasar jatuh 1,57%, sektor industry melemah 1,87%, sektor konsumer non primer turun 1,01%, sektor konsumer primer jatuh 1,53%, sektor infrastruktur melemah 2,47%, sektor teknologi melemah 2,06%, sektor transportasi turun 1,58%, sektor property melemah 0,99%, sektor keuangan melemah 0,56%, dan sektor kesehatan turun 1,07%.
Meski IHSG jatuh, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga, yaitu saham KREN naik 26,67% menjadi Rp 19, ANDI naik 25% menjadi Rp 35, TMPO naik 19,62% menjadi Rp 189, BTEK naik 18,18% menjadi Rp 13, MKNT naik 16,67% menjadi Rp 7, dan SEMA naik 14,97% menjadi Rp 430.
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup melesat 51,35 poin (0,95%) menjadi 5.439, meski demikian pemodal asing melanjutkan aksi jual bersih (net sell) saham senilai Rp 1,29 triliun. Terbanyak melanda saham bank, seperti BBCA mencapai Rp 766,98 miliar, BBRI senilai Rp 346,82 miliar, dan BBNI sebanyak Rp 101,25 miliar.
Baca Juga
Berkat Perombakan Model Bisnis, Laba Gabungan BUMN Melejit Jadi Rp 214,9 Triliun
Kenaikan ini ditopang penguatan mayoritas sektor saham, sektor industry naik 3,12%, energi naik 2,48%, konsumer primer naik 3,13%, sektor infrastruktur naik 1,91%, sektor transportasi menguat 1,59%, sektor property naik 0,71%, material dasar naik 0,74%, konsumer non primer menguat 0,98%, sektor teknologi menguat 0,46%, sektor keuangan naik 0,14%, dan sektor kesehatan menguat, 0,09%.
Sejalan dengan penguatan tersebut, beberapa saham berikut catatkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham WMUU naik 33,33% menjadi Rp 36, TOBA menguat 25% menjadi Rp 520, FAST naik 25% menjadi Rp 380, PTSP naik 25% menjadi Rp 2.250, KONI naik 24,91% menjadi Rp 1.680.
