Superior Prima (BLES) Pasang Panel Surya 4.362 kWp dan Gunakan 48 Forklift Listrik untuk Efisiensi Operasional
JAKARTA, investortrust.id – PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES), produsen bata ringan, memperkuat efisiensi operasional melalui pemanfaatan energi surya dan penggunaan kendaraan listrik di fasilitas produksinya. Hingga Oktober 2026, kapasitas terpasang panel surya perseroan mencapai 4.362 kilowatt peak (kWp), didukung penggunaan 48 unit forklift listrik dan satu unit loader listrik.
Pemanfaatan energi terbarukan tersebut dilakukan melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di fasilitas produksi BLES. Sistem panel surya memanfaatkan energi matahari untuk menghasilkan listrik yang dapat mendukung kebutuhan operasional pabrik.
Baca Juga
BI Tahan BI Rate di Level 5,75%, Naikkan Deposit Facility ke 5%
Selain mengoptimalkan energi surya, BLES mengadopsi peralatan listrik untuk menunjang aktivitas operasional di lingkungan pabrik. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perseroan meningkatkan efisiensi penggunaan energi dan sumber daya.
“Sebagai perusahaan manufaktur, kami terus mengevaluasi berbagai peluang untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi dan sumber daya. Pemanfaatan panel surya dan forklift listrik merupakan bagian dari upaya tersebut,” jelas Direktur Produksi Superior Prima Sukses, Hendra Widodo, dikutip Rabu (21/10/2026).
Menurut Hendra, penerapan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan operasional merupakan bagian dari langkah berkelanjutan perseroan untuk mendukung produktivitas dan daya saing usaha. Dengan kapasitas produksi sekitar 5,6 juta meter kubik per tahun, optimalisasi penggunaan energi dan sumber daya menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung kegiatan operasional BLES.
Baca Juga
Laba Superior Prima (BLES) Melonjak 17 Kali Lipat di Semester I 2026, Berikut Penopangnya
Di tengah upaya menjaga efisiensi dan meningkatkan daya saing operasional, BLES juga mencatatkan pertumbuhan kinerja pada semester I-2026.
Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp848 miliar, meningkat 33,3% secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara itu, laba bersih BLES mencapai Rp147,1 miliar, melonjak 1.716% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Manajemen menyatakan akan terus mengevaluasi berbagai peluang peningkatan efisiensi melalui pemanfaatan teknologi dan optimalisasi sumber daya sesuai kebutuhan fasilitas produksi. “Ke depan, kami akan terus mengkaji penerapan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan produksi dan strategi pertumbuhan perseroan,” terang Hendra.
