IHSG Anjlok, HIPMI Minta Pelaku Usaha Tetap Optimistis
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Ade Jona Prasetyo mengajak masyarakat, investor, dan pelaku usaha tetap optimistis menyikapi penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (16/10/2026).
Ade Jona menilai, tekanan di pasar saham tidak serta-merta mencerminkan memburuknya prospek perekonomian nasional. Menurut dia, Indonesia masih memiliki potensi pasar, kekuatan sektor riil, dan peluang investasi yang perlu terus dikembangkan.
“IHSG boleh anjlok, tetapi bukan berarti ekonomi Indonesia tamat. Kita tidak boleh kehilangan optimisme hanya karena gejolak pasar dalam satu hari,” ujar Ade Jona dalam keterangannya dikutip Sabtu (17/10/2026).
Ia mengatakan, pergerakan pasar modal dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari perkembangan ekonomi global hingga sentimen investor dan kondisi pasar keuangan. Karena itu, masyarakat diminta tidak merespons gejolak pasar secara berlebihan.
Ade Jona menyatakan BPP HIPMI mendukung langkah pemerintah dan otoritas keuangan dalam menjaga stabilitas pasar, memperkuat kepercayaan investor, serta memastikan aktivitas perekonomian tetap berjalan.
Baca Juga
Wacana MSCI Rontokkan IHSG Hingga 12%, Net Sell Asing Pecahkan Rekor Sepanjang Sejarah
Menurut dia, kondisi ekonomi nasional tidak dapat dinilai hanya berdasarkan pergerakan indeks saham. Aktivitas industri, perdagangan, konsumsi masyarakat, investasi produktif, dan perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi penopang perekonomian.
“Ekonomi Indonesia jauh lebih besar daripada angka yang bergerak di layar bursa. Ada jutaan pelaku UMKM, pekerja, industri, dan pengusaha yang setiap hari terus menggerakkan perekonomian,” katanya.
Lebih lanjut, Ade Jona mendorong pemerintah dan regulator memperkuat fundamental ekonomi, meningkatkan transparansi pasar modal, menjaga kepastian regulasi, serta mempercepat reformasi yang mendukung investasi dan daya saing nasional.
Baca Juga
Ia juga mengajak pengusaha muda untuk tetap menjalankan inovasi dan mempertimbangkan ekspansi usaha di tengah tekanan pasar, dengan tetap memperhitungkan risiko serta kondisi bisnis masing-masing.
Menurut Ade Jona, sinergi pemerintah, regulator, dan pelaku usaha diperlukan untuk menjaga kepercayaan investor, mendorong investasi produktif, serta memperluas kesempatan kerja.
“Optimisme bukan berarti menutup mata terhadap tantangan. Justru kita harus menghadapi tantangan dengan kebijakan yang tepat, tata kelola yang semakin baik, dan keberanian untuk terus berinvestasi,” ujarnya.
