IHSG Cenderung Melemah ke Bawah 5.800, Tanda Sentimen Pemulihan Belum Tampak
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026), diproyeksikan bergerak dalam rentang 5.745–5.920 selama belum ada katalis signifikan. Tiga saham MYOR, BSDE, dan PWON direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa risiko pelemahan IHSG semakin membesar setelah PPI AS September melonjak 1,3% MoM, jauh di atas konsensus 0,5%, dengan inflasi produsen tahunan mencapai 6,3%. Lonjakan harga energi 10,8% MoM, serta kenaikan biaya jasa mengindikasikan tekanan harga meluas ke rantai produksi.
Baca Juga
Ajaib Perkuat Layanan Margin Trading, Tawarkan Bunga Mulai 9% per Tahun
Sentimen ini berpotensi menjaga volatilitas pasar global, meningkatkan ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama, dan menekan aset berisiko emerging markets. Namun, arah dolar AS dan yield US Treasury tetap perlu dicermati sebagai konfirmasi respons pasar. “IHSG telah menembus neckline head and shoulders di 6.000, dengan MACD negatif dan indeks di bawah MA20 (6.133). Tekanan bearish berpotensi berlanjut, tetapi indeks diperkirakan bergerak dalam rentang 5.745–5.920 selama belum ada katalis signifikan,” tulisnya.
Laju indeks akan dipengaruhi pergerakan pasar saham Wall Street, seperti Dow Jones melesat 1,08%. Penguatan juga melanda indeks S&P500 sebanyak 0,33% dan Nasdaq menguat tipis 0,076%. Sebaliknya harga minyak masih bertahan di level tinggi.
Baca Juga
James Riady: Tak Ada AI Tanpa Listrik, Energi Jadi Penentu Daya Saing Indonesia
Kemarin, IHSG ditutup turun signifikan 63,24 poin (1,33%) menjadi 5.863. Sebaliknya pemodal asing justru mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 567,96 miliar. Net buy terbanyak melanda saham BBCA senilai Rp 286,10 miliar, BBRI mencapai Rp 90,73 miliar, dan ENRG senilai Rp 72,32 miliar.
Pelemahan dipicu kejatuhan hampir seluruh saham big cap bersamaan dengan kejatuhan pasar saham Asia. Sejumlah big cap dengan kejatuhan dalam, yaitu saham BREN jatuh 6%, TEBE anjlok 14,65%, TPIA jatuh 5,67%, DSSA jatuh lebih dari 6%, BBCA jatuh hampir 1%, dan BYAN jatuh hampir 3%.
Meski IHSG terjerembab, beberapa saham ini justru berhasil catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham AKKU melesat 34,62% menjadi Rp 105, BSWD naik 25% menjadi Rp 4.500, ALDO naik 24,92% menjadi Rp 1.955, PTSP naik 24,72% menjadi Rp 1.665, dan TFCO naik 24,61% menjadi Rp 2.000.
