Unsuspensi Saham TFCO dan BSWD Hari Ini, Lompatan Bakal Berlanjut?
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali perdagangan saham PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO) dan PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) mulai sesi I, Kamis (15/10/2026). Sebelumnya transaksi kedua saham tersebut dihentikan akibat lompatan harga.
BEI dalam pengumuman resminya menyebutkan bahwa perdagangan saham BSWD dan TFCO di pasar regular dan pasar tunai dibuka kembali mulai 15 Oktober 2026. Sebelumnya saham BSWD telah disuspensi sejak 5 Oktober dan TFCO pada 14 Oktober 2026.
Baca Juga
Inflasi AS September Tembus 3,7% YoY, Harga Minyak Jadi Biang Kerok
Suspensi tersebut dipicu atas lompatan harga kedua saham tersebut. Data BEI menyebutkan bahwa saham BSWD telah melambung lebih dari 140% menjadi Rp 3.600 dalam sebulan terakhir sebelum terkena suspense 5 Oktober 2026.
Begitu juga dengan saham TFCO telah melesat lebih dari 88% menjadi Rp 1.605 dalam sebulan terakhir. Bahkan, kenaikan harga saham ini telah lebih dari 141% selama tiga bulan terakhir. Kenaikan harga pesat tersebut menjadikan saham ini terkena suspense kemarin.
Adapun indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/10/2026), diproyeksikan melemah dengan rentang pergerakan 5.850-6.000. Tiga saham TAPG, BSDE, dan MEDC direkomendasikan beli.
Baca Juga
Danantara Gelar Forum Investasi Teknologi 26–28 Oktober, Targetkan 1.500 Peserta
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa pergerakan indeks akan dipengaruhi dampak inflasi AS September yang tercatat 3,7% YoY, di atas konsensus 3,6%, serta pergerakan DXY dan yield US Treasury. Inflasi yang lebih tinggi berpotensi memperkuat dolar AS dan menjaga ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama.
Kondisi ini dapat meningkatkan risiko capital outflow dari pasar emerging markets, termasuk Indonesia, sekaligus menambah tekanan terhadap rupiah dan IHSG. “Secara teknikal, selama IHSG belum mampu menembus kembali level psikologis 6.000, kecenderungan pergerakan masih bearish dan rentan tertekan. Area 5.900– 5.850 menjadi support penting yang perlu dipertahankan,” tulisnya.
