IHSG Sesi I Rontok 24,69 Poin, Sebaliknya 5 Saham Cetak ARA Dipimpin ARTA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (13/10/2026), ditutup lanjutkan penurunan sebanyak 24,69 poin (0.042%) menjadi 5.911. Rentang pergerakan 5.828-5.936 dengan nilai transaksai Rp 5,41 triliun.
Penurunan tersebut didukung pelemahan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar, industry, konsumer primer, teknologi, infrastruktur, keuangan. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor energi, konsumer non primer, dan property.
Baca Juga
OJK Wanti-wanti Risiko Kredit Macet Usai Catatan SLIK di Bawah Rp 1 Juta Dihapus
Tekanan IHSG juga datang dari penurunan sejumlah saham big cap, khususnya big bank. Di antaranya, BBCA, BBRI, dan BMRI. Tekanan juga datang dari penurunan saham DAAZ, VKTR, JSMR, hingga DSSA.
Meski IHSG melemah, lima saham berikut justru catat kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu ARTA naik 25% menjadi Rp 2.150, UANG naik 24,91% menjadi Rp 3.410, TFCO naik 24,90% menjadi Rp 1.605, SHID naik 24,80% menjadi Rp 780, dan BIKE naik 24,72% menjadi Rp 3.330. Meski tak ARA saham GRPH melesat 25,61% menjadi Rp 103.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok parah sebanyak 157,61 poin (2,59%) ke level 5.936,15. Namun pemodal asing justri mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham di seluruh pasar sebanyak Rp 128,28 miliar. Net buy terbanyak melanda saham GOTO senilai Rp 134,34 miliar.
Baca Juga
Siapkan Rp 5,07 Triliun, Pramono Pacu Elektrifikasi Bus Transjakarta hingga 2029
Pelemahan indeks kemarin dipicu atas tekanan jual saham-saham big cap, seperti DSSA jatuh 14,60% menjadi Rp 965, BREN jatuh 11,48% menjadi Rp 2.390, TPIA jatuh 10,15% menjadi Rp 1.505, BBCA jatuh 1,65% ke level terendah baru dalam tiga bulan terakhir Rp 5.950. Penuruan tajam juga melanda saham BYAN, MORA, SINI, JARR, TINS, hingga INDY.
Penurunan IHSG juga dipicu kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor energi turun 5,88%, sektor industry melemah 5,20%, sektor infrastruktur melemah 4,72%, sektor transportasi melemah 3,44%, sektor material dasar turun 2,96%, sektor teknologi jatuh 2,88%, sektor konsumer primer melemah 2,23%, sektor property melemah 1,34%, sektor keuangan jatuh 0,98%, dan sektor konsumer non primer melemah 0,93%.
Meski IHSG ditutup turun signifikan, tiga saham berikut berhasil cetak kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham BIKE naik 24,77% menjadi Rp 2.670, TFCO cetak kenaikan 24,76% menjadi Rp 1.285, dan ZONE melesat 24,62% menjadi Rp 810.
