IHSG Diprediksi Lanjutkan Pelemahan, Tiga Saham Dipimpin INKP Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/10/2026), terbuka lanjutkan pelemahan dengan rentang pergerakan 5.850-6.000. Tiga saham INKP, INTP, da ERAA direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa laju IHSG akan dipengaruhi sikap pasar terhadap perkembangan konflik Timur Tengah dan pergerakan harga minyak. Selain itu, investor mulai mengantisipasi rilis CPI AS September pada Rabu (14/10), dengan konsensus inflasi tahunan naik menjadi 3,6% dari 3,4% pada Agustus.
Baca Juga
Wall Street ‘Mixed’, Eskalasi di Timur Tengah dan Anjloknya Saham Chip Tekan Pasar
Jika realisasi melampaui ekspektasi, dolar AS berpotensi menguat dan menambah tekanan terhadap Rupiah serta arus dana asing ke pasar domestik. Secara teknikal, IHSG telah menembus level psikologis 6.000, sementara pola Rising Wedge dan Head and Shoulders serta MACD yang masih negatif mengindikasikan tekanan bearish. “Fokus berikutnya adalah mempertahankan support 5.850–5.900. Jika zona ini ditembus, risiko pelemahan lanjutan meningkat. Adapun resistance terdekat 6.000–6.019,” tulisnya.
Laju IHSG juga akan dipengaruhi pergerakan pasar saham dunia semalam, yaitu penguatan Dow Jones sebanyak 0,38%. Sebaliknya S&P500 ditutup melemah 0,055% dan Nasdaq melemah 0,44%. Sebaliknya harga minyak dunia lanjutkan kenaikan. Terkait saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham INKP dengan target harga Rp 8.800-9.000. INTP dengan target harga Rp 5.300-5.400, dan ERAA dengan target harga Rp 655-670.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok parah sebanyak 157,61 poin (2,59%) ke level 5.936,15. Namun pemodal asing justri mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham di seluruh pasar sebanyak Rp 128,28 miliar. Net buy terbanyak melanda saham GOTO senilai Rp 134,34 miliar.
Baca Juga
Pelemahan indeks kemarin dipicu atas tekanan jual saham-saham big cap, seperti DSSA jatuh 14,60% menjadi Rp 965, BREN jatuh 11,48% menjadi Rp 2.390, TPIA jatuh 10,15% menjadi Rp 1.505, BBCA jatuh 1,65% ke level terendah baru dalam tiga bulan terakhir Rp 5.950. Penuruan tajam juga melanda saham BYAN, MORA, SINI, JARR, TINS, hingga INDY.
Penurunan IHSG juga dipicu kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor energi turun 5,88%, sektor industry melemah 5,20%, sektor infrastruktur melemah 4,72%, sektor transportasi melemah 3,44%, sektor material dasar turun 2,96%, sektor teknologi jatuh 2,88%, sektor konsumer primer melemah 2,23%, sektor property melemah 1,34%, sektor keuangan jatuh 0,98%, dan sektor konsumer non primer melemah 0,93%.
Meski IHSG ditutup turun signifikan, tiga saham berikut berhasil cetak kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham BIKE naik 24,77% menjadi Rp 2.670, TFCO cetak kenaikan 24,76% menjadi Rp 1.285, dan ZONE melesat 24,62% menjadi Rp 810.
