Token STRK Melonjak 322% dalam Empat Pekan, Ini Faktor dan Kegunaan Starknet
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Token Starknet (STRK) mengalami kenaikan luar biasa sebesar 322% dalam empat minggu, jauh melampaui Bitcoin dan Ether pada periode yang sama. Starknet adalah jaringan Layer 2 zero-knowledge yang dibangun di atas Ethereum untuk meningkatkan skalabilitas. Lonjakan ini terjadi setelah diskusi mengenai kemungkinan pergeseran dari solusi skalabilitas berbasis Ethereum, menunjukkan minat dan spekulasi yang meningkat terhadap arah masa depan Starknet di dunia kripto.
Menilik Coinmarketcapnews, Senin (12/10/2026) pukul 09.25 WIB, token dengan peringkat ke 72 berdasarkan kapitalisasi pasar ini tengah berada di US$ 0,12 atau naik 6% dalam sehari dan telah melonjak 108% dalam sepekan. Kapitalisasi psar ada di US$ 909,5 juta atau naik 7,08% dalam sehari terakhir.
Mengutip Luno, Starknet adalah token yang membantu Ethereum menangani lebih banyak aktivitas dengan memindahkan sebagian besar pemrosesan transaksi dari blockchain utama Ethereum. Starknet mengelompokkan transaksi menjadi satu, memeriksa bahwa mereka menggunakan bukti zero knowledge, dan mem-posting ringkasannya kembali ke Ethereum untuk verifikasi final, dan bukan mencatat tiap langkahnya di Ethereum. Metode ini menjadikannya lebih cepat dan murah untuk digunakan, sekaligus masih bergantung pada keamanan, keandalan dan desentralisasi Ethereum.
Baca Juga
Tak Arahkan Jumlah Bursa Kripto, OJK Tegaskan Penambahan Mengacu Aturan P2SK
Bagaimana cara kerja Starknet?
Starknet beroperasi pada Layer 2 Ethereum, menggunakan teknologi yang disebut zk-rollup. Sederhananya, zk-rollup mengelompokkan ribuan transaksi menjadi satu dan menghasilkan bukti kriptografis bahwa kelompok tersebut valid. Bukti ini kemudian diposting ke Ethereum, mengurangi biaya dan watu yang diperlukan untuk mengonfirmasi tiap transaksi individu secara on chain. Zk-rollup dibangun menggunakan Cairo, bahasa pemrograman terkustomisasi yang dirancang khusus untuk menulis smart contract zero knowledge.
Karena struktur ini, developer bisa menciptakan aplikasi terdesentralisasi (dApp) seperti game, protokol DeFi, dan NFT yang berjalan lebih cepat dan efisien daripada jika dihosting langsung di Ethereum.
Siapa pencipta Starknet?
Starknet dikembangkan oleh StarkWare, perusahaan asal Israel yang didirikan pada tahun 2018 oleh Eli Ben-Sasson, Uri Kolodny, Michael Riabzev, dan Alessandro Chiesa. Ben-Sasson adalah tokoh terkemuka di dunia kriptografi dan salah seorang anggota tim yang membantu pembuatan zk-SNARK, teknologi privasi inti yang digunakan dalam proyek-proyek seperti Zcash. StarkWare meluncurkan Starknet sebagai barang umum untuk memungkinkan akses luas pada infrastruktur blockchain skalabel.
Baca Juga
Lebih dari Sekadar Aset Kripto, ABI Beberkan Peluang Stablecoin Rupiah untuk RWA hingga Remitansi
Apa kegunaan STRK?
STRK adalah token asli Starknet dan memiliki peran dalam pengelolaan, staking, dan keamanan jaringan. Pemilik token bisa melakukan voting atas proposal yang memandu arah masa depan ekosistem Starknet. Seiring berjalannya waktu, STRK diharapkan menjadi alat pembayaran jaringan dan berpotensi memberi imbalan kepada peserta yang membantu melakukan validitas atau menyusun transaksi.
Mengapa Starknet penting?
Skalabilitas telah menjadi salah satu tantangan terbesar Ethereum. Dengan menggunakan bukti zero knowledge, Starknet menawarkan cara untuk mengurangi biaya transaksi dan meningkatkan hasil secara signifikan tanpa mengorbankan desentralisasi. Hal ini bisa membuka pintu bagi penerapan yang lebih mainstream pada infrastruktur Ethereum. Pendekatannya yang bersifat open source dan penekanan pada perangkat developer juga menjadikannya fondasi yang menjanjikan bagi dApp generasi selanjutnya.
