IHSG Berpeluang Lanjutkan Rebound Awal Pekan Ini, Tiga Saham Dipimpin EMAS Layak Dipantau
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (12/10/2026), diprediksi cenderung menguat dengan rentang pergerakan 6.000-6.100. Tiga saham EMAS, KLBF, dan PACK direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa pergerakan indeks akan dipengaruhi aksi cermati pemodal terhadap laju yield US Treasury, DXY, USD/IDR, serta harga minyak Brent di tengah risiko inflasi dan sikap hawkish The Fed. Secara kalender, Senin relatif minim rilis data ekonomi utama AS, perhatian lebih besar akan tertuju pada data perdagangan China pada awal pekan, kemudian CPI AS pada Rabu (14/10) serta PPI dan Retail Sales AS pada Kamis (15/10).
Baca Juga
JPMorgan Sebut Arus Dana ke Aset Digital Capai Rp 894,5 Triliun Sepanjang 2026
Sejumlah data tersebut berpotensi mengubah ekspektasi suku bunga The Fed dan memengaruhi arus dana ke emerging markets. Secara teknikal, IHSG berhasil kembali ke atas 6.000, tetapi sempat menembus level tersebut secara intraday sebelum rebound. Area 5.996–6.000 menjadi support krusial yang perlu dipertahankan, sementara 6.100 menjadi resistance terdekat. “Jika support 6.000 kembali ditembus, tekanan bearish berpotensi berlanjut menuju 5.854. Sebaliknya, jika bertahan di atas 6.000 akan menjaga peluang konsolidasi dengan kecenderungan menguat,” tulisnya.
Terkait saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham EMAS dengan target harga Rp 8.400-8.850, KLBF dengan target harga Rp 800-825, dan PACK dengan target harga Rp 470-488.
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup rebound sebanyak 62,48 poin (1,04%) menjadi 6.093 disertai dengan pembelian bersih saham di seluruh pasar Rp 29,63 miliar oleh pemodal asing. Net buy tersebut ditopang adanya transaksi pasar negosiasi saham INPP senilai Rp 119,21 miliar.
Baca Juga
Kenaikan tersebut ditopang penguatan seluruh sektor saham, seperti material dasar naik 1,67%, sektor industry menguat 1,51%, sektor konsumer non primer 1,02%, sektor infrastruktur naik 1,15%, sektor transportasi menguat 1,08%, sektor energi naik 0,71%, sektor konsumer primer menguat 0,86%, sektor kesehatan naik 0,69%, sektor keuangan menguat 0,79%, dan sektor teknologi naik 0,60%. Sebaliknya sektor property turun 0,16%.
Kenaikan tersebut juga sejalan dengan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kenaikan juga ditopang penguatan sejumlah saham big cap, seperti EMAS naik 5,19%, MBSS menguat 15%, GGRM naik 6,04%, AMMN naik 4,01%, DSSA naik 2,73%. Kenaikan juga ditopang penguatan saham 4 big bank dan saham emiten Prajogo Pangestu.
Adapun saham dengan kenaikan harga paling pesat hari ini, yaitu saham STRK menguat 33,87% menjadi Rp 83, TCPI menguat 25% menjadi Rp 1.625, SOSS naik 25% menjadi Rp 1.200, TFCO menguat 24,85% menjadi Rp 1.030, BIKE menguat 24,78% menjadi Rp 2.140, dan MAPB naik 24,77% menjadi Rp 1.335.
