Adopsi Strategi Omnichannel, Matahari (LPPF) Raup Pendapatan Rp 3,85 T
JAKARTA, investortrust.id– Strategi penjualan omnichannel kini jadi pilihan peritel untuk survive dalam persaiangan. Strategi omnichannel yang mengintegrasikan penjualan onlie dan offline bahkan harus diadopsi peritel modern untuk merespons perubahan perilaku konsumen.
Direktur Eksekutif Lippo Group John Riady mengatakan, adopsi konsep omnichannel juga menjadi pilihan untuk mendongkrak kinerja PT Matahari Department Store Tbk (LPPF). Penerapan konsep omnichannel direalisasikan perseroan dengan mengintegrasikan layanan digital dan fisik.
"Strategi omnichannel bagai kail bagi pelaku industri ritel untuk memancing munculnya peluang-peluang baru untuk mendapatkan omzet penjualan tinggi. Dalam hal ini, masyarakat bisa bertransaksi secara fisik, tetapi sebenarnya polanya sudah berubah," ujar John melalu keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (31/8/2023).
Baca Juga
Saat Harga di Bawah, Direktur Ini Ternyata Ikut Borong Saham Lippo Karawaci (LPKR)
John Riady menandaskan, strategi omnichannel terbukti bisa meningkatkan kinerja operasional PT Matahari Department Store Tbk (LPPF). Semester pertama 2023, perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp3,85 triliun, tumbuh 2,39% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3,76 triliun.
Pertumbuhan pendapatan Matahari Department Store sejalan dengan porsi konsumsi rumah tangga yang masih menjadi penyumbang terbesar produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kontribusi sektor konsumsi mencapai 2,77% dari angka pertumbuhan PDB semester I 2023 sebesar 5,17%.
Menurut John Riady, membaiknya kondisi makro ekonomi Indonesia tergambar pada kinerja sektor industri ritel. Seiring dengan itu, Matahari Department Store pun tetap meraih pertumbuhan.
Baca Juga
"Emiten-emiten ritel mulai menghijau, tetapi seiring itu terdapat kenyataan sebaliknya, banyak juga pusat perbelanjaan modern yang menutup gerai atau mengubah fokus bisnis. Pilihan yang wajar demi melakukan efisiensi dan inovasi layanan. Sektor ritel memang mendapatkan momentum pemulihan, tetapi strategi yang dipilih juga harus tepat," terang John Riady.
John juga melihat bahwa dampak pandemi Covid-19 belum mampu diatasi peritel nasional secara optimal. Saat puncak pandemic, banyak pelaku menghentikan aktivitas operasional.
Perlu strategi jitu untuk mengatasi kondisi ini. “Dibutuhkan kematangan strategi agar bisa bangkit sewaktu momentum itu datang. Hanya saja, strategi yang dipilih itu beragam, bagi kami di Lippo Group percaya terdapat alternatif masa depan bagi sektor ritel," jelas John Riady.
Strategi alternatif, yang menjadi keniscayaan bagi sektor ritel itu adalah omnichannel, yang mengintegrasikan layanan digital dan fisik sebagai adopsi pola konsumsi masyarakat yang telah berubah pascapandemi Covid-19.
Baca Juga

