Cetak Laba Rp 630,52 Miliar, Matahari (LPPF) Ungkap Strategi Pacu Penjualan 2024
JAKARTA, investortrust.id – PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) atau Matahari mencatat perolehan laba bersih Rp 630,52 miiar di kuartal III-2023.
Pencapaian tersebut menurun 40% secara year on year (yoy) dibanding periode yang sama tahun 2022 tercatat Rp 1,05 triliun.
Sementara posisi EBITDA periode tersebut tercatat sebesar Rp 1,1 Triliun, turun dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 1,5 Triliun.
Meski begitu dari sisi top line, Matahari berhasil membukukan kenaikan pendapatan bersih menjadi Rp 4,98 triliun per kuartal III-2023. Pada periode sama tahun 2022 pendapatan bersih tercatat Rp 4,96 triliun.
Pertumbuhan juga tampak pada angka penjualan kotor sebesar 1,4% yoy menjadi sebesar Rp 9,6 triliun di kuartal III-2023. Kendati begitu same store sales growth (SSSG) tercatat turun sebesar -2.3% secara yoy.
Baca Juga
Manajemen Matahari menyebut, penurunan SSSG didorong oleh kurangnya stimulasi Lebaran dan perlambatan perekonomian setelahnya.
Dikatakan, Matahari berinisiatif untuk mendorong potensi penjualan produk agar berjalan dengan baik. Salah satunya dengan penambahan 14 gerai, sehingga pada akhir 2023 Matahari memiliki 34 gerai.
Selain itu Matahari merilis merek eksklusif baru, Anyday, pada Oktober 2023. Merek ini dirancang untuk menangkal dampak inflasi pada konsumen.
‘’Kemudian, demi meningkatkan produktivitas penjualan, Matahari akan fokus memaksimalkan penjualan pada harga normal dan upaya untuk mempercepat pengurangan persediaan lama pada kuartal ini, meski berdampak pada margin kotor,’’ papar Manajemen Matahari dalam keterangan tertulis, Kamis (26/10/2023).
Inisiatif untuk mengoptimalkan jaringan gerai berjalan dengan baik meskipun Perseroan memiliki sejumlah kecil gerai dengan profitabilitas marginal yang harus ditangani berdasarkan daftar pemantauan terbaru.
Fokus 2024
Lebih lanjut disampaikan, pada tahun 2024 Perseroan akan fokus pada pembukaan gerai-gerai berkualitas tinggi dibandingkan volume. Sebagai bagian dari rencana, enam gerai diperkirakan akan dibuka pada tahun 2024, empat di antaranya merupakan konsep Matahari terbaru dan dua gerai adalah MU&KU.
Konsep MU&KU yang baru diperkenalkan, yang melayani segmen menengah ke atas, telah dipresentasikan baru-baru ini pada pengembang-pengembang yang diharapkan, dengan perkiraan peluncuran pada paruh pertama tahun 2024.
Baca Juga
Incar Transaksi Harian Saham Rp 12,25 Triliun 2024, Pendapatan BEI Bisa Tembus Rp 1,45 Triliun
CEO Matahari, Terry O'Connor, mengatakan, Perseroan juga bermaksud untuk mempercepat upaya rebranding gerai dan mengalokasikan belanja modal pada gerai dengan potensi yang lebih tinggi.
Lebih lanjut dikatakan, dalam waktu dekat, Perseroan optimistis bahwa musim-musim utama menjelang Natal 2023 hingga Lebaran 2024 telah dipersiapkan lebih baik, dengan memanfaatkan persediaan yang lebih kini, inisiatif aliran produk penjualan dan merek-merek baru, serta investasi lebih besar dalam pembaruan gerai-gerai utama dan pemasaran.
“Tantangan di segmen pasar menengah ke bawah diperkirakan akan tetap ada dalam jangka pendek namun secara bertahap membaik seiring dengan meredanya inflasi, dengan peningkatan likuiditas di perekonomian, dan Perseroan bersiap dengan produk-produk yang lebih segar, baru, dan lebih kompetitif dengan fokus pada portofolio merek yang lebih kuat di semua segmen," ungkap Terry O'Connor,

