ITSEC (CYBR): Jangan Asal Pakai AI, Keamanan Data Bisa Terancam!
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) mengingatkan perusahaan agar tidak sembarangan mengadopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Tanpa tata kelola dan perlindungan data yang memadai, penggunaan AI berisiko mengancam keamanan informasi perusahaan.
CEO dan President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher mengatakan, AI dan keamanan siber kini menjadi dua aspek yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya menjadi fokus utama Forum AICX 2026 yang digelar sebagai bagian dari Bali Tech Week.
“Jika Anda menerapkan keamanan sejak awal, Anda akan menghadapi risiko yang jauh lebih sedikit pada akhirnya. Pendekatan ini juga mengurangi kebutuhan perbaikan sistem di kemudian hari,” ujar Patrick di Kantor ITSEC, Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Patrick mengingatkan perusahaan untuk memperhatikan kewenangan akses data saat menggunakan aplikasi AI seperti ChatGPT, Claude, dan Gemini. Agen AI juga perlu diperlakukan seperti karyawan baru yang tidak langsung mendapat akses ke seluruh data perusahaan.
Baca Juga
Laba Usaha ITSEC Asia (CYBR) Melejit 1.171% Jadi Rp 23 Miliar
Menurut dia, kesiapan mengadopsi AI bergantung pada empat aspek, yakni tata kelola, keamanan siber, keterampilan, dan integrasi ke sistem kerja organisasi. Mengabaikan salah satu aspek tersebut dapat meningkatkan risiko seiring makin kompleksnya penerapan teknologi.
“Teknologinya sudah siap, manusianya belum,” kata Patrick. Dia menilai kesenjangan talenta AI dan keamanan siber perlu diatasi melalui investasi sumber daya manusia oleh pemerintah dan industri.
Melalui AICX 2026, ITSEC berharap regulator, pemimpin bisnis, dan pakar dapat membahas kesiapan industri dalam menerapkan AI secara aman. Forum ini juga menjadi wadah pertukaran informasi mengenai regulasi, praktik terbaik, dan pengamanan operasional.
“Kolaborasi lintas sektor diperlukan agar penerapan AI dapat berlangsung aman dan sesuai aturan. Industri membutuhkan kejelasan mengenai penggunaan data, batasan akses, serta kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data,” jelas Patrick.
AICX dijadwalkan berlangsung pada 20 Oktober 2026 di Bali Beach Convention Center sebagai bagian dari Bali Tech Week. Forum tersebut diharapkan menghasilkan pemahaman bersama mengenai prioritas penguatan keamanan AI di Indonesia.
