Rahayu Saraswati Masuk Victoria Care (VICI), Incar Pasar Produk Kecantikan di Jepang hingga Korea
JAKARTA, investortrust.id – Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo masuk dalam daftar kandidat Komisaris PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI). Jika disetujui pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 29 Oktober 2026, Rahayu akan berkontribusi dalam pengembangan bisnis dan ekspansi internasional emiten produk kecantikan dan perawatan tubuh tersebut.
Rahayu mengungkapkan, pencalonannya sebagai komisaris VICI telah diumumkan. Namun, pengangkatan tersebut masih menunggu keputusan RUPSLB yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober 2026. “Saya di situ (VICI) baru saja announce (umumkan) untuk nomination, karena kan masih nomination, belum RUPSLB ya, itu sebagai komisaris. End of this month (akhir bulan), tanggalnya persisnya kalau nggak salah sih 29 Oktober,” kata Rahayu dalam diskusi media di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Baca Juga
Rahayu Saraswati Mundur dari Komut Triniti Land (TRIN), Masih Genggam 3,92% Saham
Rahayu menyebut, kontribusinya di VICI akan difokuskan pada pengembangan bisnis, ekspansi internasional, serta peningkatan keterwakilan perempuan di perusahaan.
Salah satu agenda yang ingin didorong adalah memperluas pemasaran produk VICI ke pasar luar negeri dengan memanfaatkan jaringan internasional yang dimilikinya. Sejumlah negara yang menjadi fokus meliputi Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia.
Menurut Rahayu, pengembangan jaringan internasional tersebut diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan bisnis VICI. “Jadi, again, bicara excellence, bicara tentang itu, tapi juga untuk membuka ke network saya yang internasional, gimana untuk bisa jaringan saya yang di Jepang, Korea Selatan, Malaysia, dan ini untuk kita bisa growth-nya lebih cepat lagi,” terang dia.
Baca Juga
IHSG Akhir Pekan Ditutup Rebound 1,04% Terdorong Sejumlah Saham Big Cap Ini
Selain ekspansi pasar, Rahayu ingin mendorong penguatan merek VICI melalui pendekatan soft power. Dia juga melihat peluang untuk membuka jalur distribusi bagi produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Terkait kepemilikan saham, Rahayu mengungkapkan bahwa dirinya memiliki 2,4% saham VICI atau kurang dari 5%. Dia menegaskan, fokus utamanya adalah memperkuat fundamental bisnis perusahaan. “Jadi, kalau kepemilikan saya, it’s less than 5%, (tepatnya 2,4%). Again, saya fokusnya fundamental business-nya,” ucap Rahayu.
Sementara itu, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 15.27 WIB, saham VICI melemah 65 poin atau 5,02% ke level Rp1.230 pada perdagangan sesi II Jumat (9/10/2026).
Profil Bisnis VICI
Victoria Care Indonesia (VICI) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur kosmetik, produk perawatan tubuh, dan produk kesehatan. Perseroan menaungi sejumlah merek, di antaranya Herborist untuk produk perawatan tubuh, Miranda untuk pewarna rambut, Nuface untuk perawatan kulit dan kosmetik, serta CBD Professional untuk produk perawatan rambut profesional.
Direksi VICI dipimpin oleh Sumardi Widjaja sebagai Direktur Utama, bersama Erwan Irawan Noer, Henny Soetanto, Andi Sulistiawan, dan Luhur Dino Herlambang sebagai direktur.
Adapun posisi Komisaris Utama dijabat oleh Billy Hartono Salim. Jajaran komisaris lainnya terdiri atas Vibhav Panandiker, Luhur Iwan Hernadi, serta Komisaris Independen Drs. Herbudianto dan Van Schoote Christian Pierre B. Sedangkan bertindak sebagai pemegang saham pengendali PT Sukses Sejati dengan kepemilikan 84,95% saham VICI.
