Bennix: Demutualisasi BEI Harus Berlanjut ke IPO
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Investor pasar modal, Benny Batara Tumpal Hutabarat atau Bennix mendorong demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dilanjutkan hingga bursa menjadi perusahaan terbuka. Menurutnya, langkah tersebut dapat memperkuat transparansi dan akuntabilitas pasar modal Indonesia.
Bennix menilai demutualisasi tidak cukup hanya membuat institusi menjadi pemegang saham baru bursa. Ia mendorong agar seluruh investor juga dapat memiliki saham BEI melalui mekanisme IPO.
“Dan yang paling penting untuk Indonesia, demutualisasi. Harapan saya demutualisasi itu bukan cuma orang bisa jadi pemegang saham bursa efek, itu oke langkah pertama,” kata Bennix dalam podcast Primus Indepth di kantor Investortrust.id, Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, BEI seharusnya mengikuti sejumlah bursa global yang telah melantai di pasar saham. Ia mencontohkan Australia, Jepang, hingga Nasdaq yang menurutnya telah menjalankan model tersebut.
“Kenapa enggak langsung, 'lu kan suka nyuruh-nyuruh orang IPO, lu sendiri kagak IPO, berani enggak?' Itu lebih fair, jadi semua orang bisa jadi pemegang saham Bursa Efek Indonesia,” ujar pria lulusan Universitas Leiden itu.
Bennix menilai model tersebut dapat membuat transparansi bursa menjadi lebih nyata karena publik ikut memiliki dan mengawasi perusahaan. Ia juga melihat bisnis bursa memiliki sumber pendapatan yang jelas dari aktivitas perdagangan, IPO, dan penjualan data.
“Demutualisasi sempurna, perfect demutualization. Nyuruh orang IPO ya lu juga sendiri IPO dong,” harapnya.
Dorongan tersebut hadir dari sejumlah persoalan di pasar modal Indonesia. Ia mempertanyakan masih munculnya saham bermasalah yang baru melantai lalu terkena suspensi atau delisting dalam waktu singkat.
“Kita harap itu diperbaikilah. Asing juga jadi mempertanyakan, ‘Regulator lu gimana? Jangan-jangan regulator lu main (ikut) bola ya?’” sindir Bennix.
Ia pun meminta regulator dan penyelenggara bursa lebih akuntabel serta transparan. Menurutnya, aturan pasar modal perlu dievaluasi agar tidak menciptakan hambatan yang tidak perlu bagi investor.
Ia menilai BEI memiliki peluang menjadi perusahaan terbuka yang menarik bagi investor. “Saya rasa kalau itu dijalankan, transparansi, akuntabilitas langsung riil jadi nyata,” tutupnya.
