Usai Umumkan Gadai, Saham Emiten Haji Isam (JARR) Anjlok Parah Pagi Ini
JAKARTA, Investortrust.id – Saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), perusahaan yang dikendalikan Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, mendadak anjlok pada perdagangan saham intraday sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (8/10/2026). Penurunan tajam terjadi setelah seluruh saham miliknya digaidakan ke Bank Mandiri.
Data BEI menyebutkan saham JARR telah anjlok sebanyak Rp 360 (10,50%) menjadi Rp 3.070 hingga pukul 10.00 WIB. Rentang pergerakan Rp 3.000-3.390. Penurunan tajam ini sejalan dengan pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI.
Baca Juga
100% Saham Pengendali Jhonlin Agro Raya (JARR) Milik Haji Isam Digadaikan ke Bank Mandiri (BMRI)
Penurunan serupa juga melanda saham emiten Haji Isam lainnya, seperti saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) turun 2,18% menjadi Rp 8.975, saham PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) melemah 0,97% menjadi Rp 408, saham PT Abadi Nusantara Hijau InvestamaT bk (PACK) turun 4,27% menjadi Rp 448. Hanya saham PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) yang masih berhasil catat kenaikan menjadi Rp 476.
Haji Isam sebelumnyatelah menggadiakan seluruh saham miliknya di PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) melalui PT Eshan Agro Sentosa, telah digadaikan kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Sebanyak 7.997.556.204 saham atau setara dengan 100% dari total kepemilikan PT Eshan Agro Sentosa di JARR telah digadaikan.
Baca Juga
Saham Bayan (BYAN) Rp 26,1 Triliun Berpindah melalui Negosiasi BEI, Haji Isam Resmi Masuk?
Aksi serupa juga dilakukan Haji Isam terhadap saham miliknya di PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) kepada Bank Mandiri. Aksi gadai dilakukan Haji Isam melalui perusahaan PT Araya Agro Lestari, dengan menjaminkan sebanyak 2,2 miliar saham PGUN.
Aksi gadai ini disebut merupakan bagian dari pendaan terhadap akuisisi sebanyak lebih dari 30% atau 10,08 miliar saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dengan nilai lebih dari Rp 26 triliun. Berdasarkan perubahan perjanjian jual beli saham bersyarat (PJBS) yang ditandatangi, jumlah saham BYAN yang akan dialihkan kepada Haji Isam meningkat menjadi 10.084.088.370 saham dari sebelumnya 10.000.000.500 saham. Dato' Low Tuck Kwong dan Elaine Low bersama pembeli telah menandatangani perubahan terhadap PJBS pada 1 Oktober 2026.
