Target Saham Sinar Eka (ERAL) Naik Jadi Rp370, Analis Ungkap 3 Katalis Penguatnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Target harga saham PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL), anak usaha PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), direvisi naik menjadi Rp 370 per saham dari sebelumnya Rp 330 per saham. Kenaikan target harga tersebut didukung oleh pemulihan pertumbuhan penjualan, kinerja penjualan mobil listrik XPeng yang melampaui target, serta prospek segmen bisnis fashion dan digital lifestyle yang semakin kuat.
Hal ini mendorong Sucor Sekuritas dalam riset terbarunya mempertahankan rekomendasi beli saham ERAL dengan target harga baru Rp 370 per saham. Target harga ini mengimplikasikan valuasi PE sekitar 9 kali. Kemarin, saham ERAL ditutup level Rp 318, sehingga terbuka peluang penguatan hingga 14%.
Analis Sucor Sekuritas Christofer Kojongian mengatakan, salah satu faktor utama yang mendukung revisi naik target harga saham ERAL adalah pemulihan pertumbuhan penjualan. ERAL mencatat same-store sales growth (SSSG) sebanyak 18,3% secara tahunan (yoy) pada Agustus 2026 atau melonjak dibandingkan 2,2% pada Juli 2026. Hal ini membuat SSSG selama delapan bulan 2026 mencapai 9,1% atau meningkat dari level 8,8% pada semester I-2026.
Baca Juga
Diarahkan Danantara, Adhi Karya (ADHI) Divestasi Saham Tol Jogja Solo Rp 1,77 Triliun
Pertumbuhan juga terjadi secara luas di sejumlah bisnis, termasuk Urban Republic, JD Sports, dan DJI, sehingga penguatan penjualan tidak hanya ditopang oleh satu merek. Jaringan toko ERAL juga terus bertambah. Hingga Agustus 2026, perseroan memiliki 267 gerai, bertambah 62 gerai dibandingkan akhir 2025. Ekspansi tersebut antara lain mencakup pembukaan gerai kedua Gentlewoman di Pondok Indah Mall.
“Kinerja Agustus yang lebih kuat memperkuat pandangan bahwa perlambatan pada kuartal II-2026 bersifat sementara dan bukan menunjukkan pelemahan permintaan secara fundamental,” tulis riset tersebut.
Terkait penjualan mobil listrik, Sucor Sekuritas menyebutkan, XPeng Indonesia mencatat penjualan wholesales sebanyak 609 unit pada Agustus 2026, sehingga total penjualan selama delapan bulan pertama 2026 mencapai 2.291 unit. Angka tersebut membuat ERAL berada pada jalur yang sesuai dengan asumsi volume penjualan 2026 yang telah direvisi menjadi 3.000 unit. “XPeng hanya membutuhkan penjualan sekitar 177 unit per bulan hingga akhir 2026. Prospek penjualan juga berpotensi mendapat tambahan dukungan dari peluncuran model L03 dan G9L,” tulisnya.
Selain otomotif, bisnis fashion apparel diperkirakan tetap menjadi salah satu motor pertumbuhan ERAL. Pendapatan dari segmen tersebut diproyeksikan tumbuh 20% pada 2026 dan 15% pada 2027. Kontribusi yang lebih besar dari bisnis fashion dan aksesori dengan margin lebih tinggi diperkirakan mendorong gross margin ERAL dari 16,8% pada 2025 menjadi 17,7% pada 2026F dan 18,1% pada 2027F.
Baca Juga
Target Harga Saham Erajaya (ERAA) Direvisi Naik ke Rp 750, Ini Penopangnya
“Manajemen tetap menerapkan ekspansi secara selektif. ERAL telah menambahkan merek Gentlewoman dan Levi's sepanjang tahun ini, tetapi tidak memaksakan target awal penambahan lima hingga enam merek baru apabila kondisi konsumen atau keekonomian ekspansi tidak mendukung,” tulisnya.
Sucor Sekuritas memperkirakan laba bersih ERAL mencapai Rp 212 miliar pada 2026, tumbuh 26% yoy dan meningkat menjadi Rp 247 miliar pada 2027 atau tumbuh 16% yoy. Volume penjualan XPeng juga dinaikkan menjadi 3.000 unit pada 2026 tahun ini dan 3.300 unit pada 2027. Namun, asumsi harga jual rata-rata (ASP) diturunkan menjadi Rp 700 juta, seiring perubahan bauran produk menuju G6 dan L03 yang merupakan model dengan harga lebih terjangkau.
