IHSG Diprediksi Lanjut Konsolidasi Hari Ini, Saham INDY hingga INDF Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (8/10/2026), diproyeksikan bergerak konsolidasi dengan peluang lanjutkan pelemahan rentang 6.120-6.240. Tiga saham INDY, KAEF, dan INDF direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa pergerakan indeks akan dipengaruhi focus perhatian investor terhadap FOMC Minutes September yang cenderung hawkish. Mayoritas anggota The Fed menilai kenaikan suku bunga tambahan masih kemungkinan diperlukan sebelum akhir 2026 dipicu inflasi yang masih naik dan aktivitas ekonomi tetap solid.
Baca Juga
Meski demikian, Fed menegaskan keputusan berikutnya tetap bergantung pada data ekonomi. Kondisi ini berpotensi menjaga yield UST dan dolar AS tetap tinggi, sehingga ruang penguatan aset emerging market seperti IHSG masih terbatas. “Secara teknikal, pelemahan IHSG yang disertai volume perdagangan besar mengindikasikan meningkatnya tekanan jual dan membuka peluang indeks memasuki fase konsolidasi. IHSG masih berada di bawah resistance 6.200 – 6240 dan support berada di 6.100 – 6120,” tulisnya.
Laju IHSG juga akan dipengaruhi gerak Wall Street semalam yang ditutup melemah, seperti Dow Jones turun 0,66%. Penurunan juga melanda S&P500 sebanyak 0,22% dan Nasdaq melemah 0,22%.
Terkait saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham INDY dengan target harga Rp 2.790-2.870, KAEF dengan target harga Rp 460-480, dan INDF dengan target harga Rp 7.000-7.170. Sebaliknya saham UANG direkomendasikan jual.
Baca Juga
Kemarin, IHSG ditutup anjlok 46,21 poin (0,75%) menjadi 6.146. Rentang pergeraekan 6.136-6.214 dengan nilai transaksi Rp 8.50 triliun. Tekanan terbesar datang dari saham BYAN dengan penurunan 6,69%, UANG turun 13,19%, UNTR melemah 2,50%, MORA 2,23%, dan DSSA melemah 3%.
Pelemahan juga dipicu kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti sektor energi turun 1,56%, sektor material dasar turun 1,15%, sektor industry turun 1,11%, sektor konsumer primer turun 1,21%. Penurunan juga melanda saham sektor property 0,70%, sektor teknologi melemah 0,45%, sektor infrastruktur turun 0,85%, sektor transportasi turun 0,87%, sektor konsumer non primer melemah 0,37%, sektor keesehatan melemah 0,07%. Sebaliknya saham sektor keuangan naik tipis 0,02%.
Sebaliknya beberapa s aha mini justru catatkan lompatan harga, yaitu saham AKKU menguat 33,96% menjadi Rp 71, ASMI naik 33,33% menjadi Rp 44, PGLI naik 24,53% menjadi Rp 396, MPXL menguat 20,61% menjadi Rp 316, dan INCI melesat 20,59% menjadi Rp 1.025.
