IHSG Terperosok 29,24%, OJK Ungkap Biang Kerok Tekanan Pasar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap sejumlah faktor yang memengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga terperosok 29,24% sejak awal 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, pelemahan IHSG sepanjang tahun ini dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik.
“Tentu kita lihat pelemahan IHSG sepanjang tahun 2026 ini memang terjadi karena dipengaruhi berbagai faktor yang merupakan kombinasi faktor global maupun faktor domestik,” kata Hasan dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK September 2026 secara virtual, Senin (5/10/2026).
Baca Juga
IHSG Awal Pekan Ditutup Melesat 1,36%, Sebanyak 12 Saham Cetak ARA
Hasan menjabarkan, dari sisi eksternal, tekanan terhadap pasar dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik, kesulitan distribusi komoditas, serta kenaikan harga komoditas yang berdampak pada peningkatan inflasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi global.
Selain itu, arah suku bunga global yang cenderung bertahan tinggi atau higher for longer turut menjadi faktor tekanan. “(Hal itu) menjadi salah satu faktor tekanan terhadap rupiah, dan juga ada penyesuaian strategi investasi oleh investor terutama investor asing di pasar modal kita yang turut mempengaruhi pasar di sepanjang tahun 2026 ini,” bebernya.
Sementara dari dalam negeri, Hasan menilai terdapat perhatian investor terhadap dinamika kebijakan dan implementasinya. Penilaian dari penyedia indeks global juga turut menjadi perhatian investor dan memengaruhi strategi investasi di pasar modal Indonesia.
“Ke depan, kami OJK tetap optimis terkait dengan peluang pemulihan pasar domestik ke depannya, meskipun pergerakannya masih terus akan dipengaruhi berbagai dinamika kondisi global dan juga kinerja fundamental emiten di Bursa Efek Indonesia,” ujar Hasan.
Ia menegaskan, pembalikan IHSG dari titik terendahnya pada Juni 2026 menunjukkan adanya ruang bagi pemulihan kondisi pasar ke depan.
“Kami di OJK bersama SRO (Self Regulatory Organization) di pasar modal, para pelaku pasar, dan seluruh stakeholders terkait lainnya akan terus memperkuat transparansi, tata kelola, pelindungan investor dan upaya terus melakukan pendalaman pasar,” ungkapnya.
Baca Juga
IHSG Berpeluang Balik Arah, Level 6.184 Jadi Kunci. Intip 3 Saham Pilihan
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk terus meningkatkan kepercayaan investor, baik investor lokal maupun asing, serta investor ritel maupun institusi. OJK juga akan memastikan integritas dan investabilitas pasar modal tetap terjaga agar dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Sebagai informasi, IHSG BEI pada perdagangan Senin (5/10/2026) ditutup melambung 81,97 poin (1,36%) ke level 6.118. IHSG bergerak pada rentang 6.019-6.119, dengan nilai transaksi mencapai Rp 8,78 triliun.
