Dua Bulan Diluncurkan, 7 ETF Emas Sudah Terbit
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat telah terdapat tujuh produk Exchange Traded Fund (ETF) emas yang diterbitkan oleh tujuh Manajer Investasi (MI) sejak instrumen tersebut diluncurkan pada 10 Agustus 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, tujuh ETF emas tersebut telah menghimpun total dana kelolaan sebesar Rp 105,63 miliar hingga akhir September 2026.
"Sejak diluncurkannya ETF emas pada 10 Agustus 2026 lalu, hingga akhir September 2026 telah terdapat tujuh produk ETF emas yang diterbitkan oleh tujuh manajer investasi dengan total dana kelolaan mencapai angka Rp 105,63 miliar," kata Hasan dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK September 2026 secara virtual, Senin (5/10/2026).
Diberitakan investortrust.id sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama self regulatory organization (SRO) resmi meluncurkan instrumen investasi ETF Emas bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Pasar Modal Indonesia di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Saat peluncuran, OJK mengungkapkan terdapat lima manajer investasi yang menerbitkan ETF emas. Kelima manajer investasi tersebut yakni PT Indo Premier Investment Management, PT Mandiri Manajemen Investasi, PT BRI Manajemen Investasi, PT Trimegah Asset Management, dan Syailendra Capital.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, penerbitan ETF emas tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam ekosistem pasar modal.
“Saya mengucapkan terima kasih atas seluruh pihak yang terlibat pada penerbitan ETF emas ini. Ada lima manajer investasi penerbit yakni PT Indo Premier Investment Management, PT Mandiri Manajemen Investasi, PT BRI Manajemen Investasi, PT Trimegah Asset Management, dan Syailendra Capital,” kata Friderica dalam peluncuran ETF Emas di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Pada kesempatan yang sama Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat mengatakan, kehadiran ETF Emas diharapkan dapat menjadi alternatif instrumen investasi baru bagi investor di pasar modal Indonesia. Selain itu, produk tersebut dinilai dapat memperkuat ekosistem bulion nasional.
“Produk ini juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem bulion nasional melalui integrasi antara Pasar Modal dengan bulion, sehingga mampu mendukung pendalaman pasar keuangan nasional,” kata Samsul dalam sambutannya.
Dia menjelaskan, pengembangan ETF Emas merupakan hasil kolaborasi antara OJK, SRO, manajer investasi (MI), bank kustodian, dealer participant, bulion bank, serta seluruh pelaku industri di pasar modal Indonesia.
Melalui kolaborasi tersebut, seluruh proses pembentukan ETF Emas dilakukan dalam satu ekosistem. Proses tersebut mencakup penyediaan emas fisik sebagai aset dasar, pencatatan Electronic Gold Receipt (EGR) di KSEI sebagai representasi kepemilikan elektronik atas emas, hingga perdagangan unit penyertaan ETF Emas di BEI.
