Jangan Salah, Ini Tujuan Evolusi dan Transformasi Telkom (TLKM)
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), Ririek Adriansyah menegaskan, evolusi dan transformasi bisnis Telkom bukan semata dilakukan untuk memberikan nilai tambah kepada Telkom Group, melainkan untuk bangsa dan negara.
“Sekali lagi, Telkom terus berevolusi, ujungnya nggaksekadar untuk Telkom Group. Kami juga ingin berbuat lebih banyak lagi untuk bangsa dan negara,” tegas Ririek Adriansyah pada acara “Buka Puasa Bersama dengan Pimpinan Redaksi Media Massa”, di Jakarta, Jumat (15/3/2024).
Telkom tengah gencar menjalankan transformasi Five Bold Moves, salah satunya lewat inisiatif Fixed Mobile Convergence (FMC) melalui integrasi IndiHome ke Telkomsel mulai Juli 2023.
Baca Juga
Fokus Kembangkan Data Center dan Fiber Optic, Manajemen Telkom (TLKM) Ungkap Tujuan Besar Ini
Menurut Ririek Adriansyah, potensi ekonomi digital Indonesia sungguh besar. Potensi itu harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan nasional. Telkom akan turut mendorong pemanfaatan ekonomi digital sebesar-besarnya bagi kepentingan bangsa dan negara.
“Mungkin sering dengar Pak Presiden berbicara bahwa nilai ekonomi digital kita akan mencapai Rp 4.531 triliun pada akhir 2030. Itu angka yang luar biasa besar, sekitar 40% dari ASEAN,” tutur dia.
Berdasarkan catatan investortrust.id, nilai ekonomi digital Indonesia pada 2020 mencapai Rp 632 triliun. Angka itu melonjak 95% menjadi Rp 1.232 triliun pada 2023. Pemerintah menargetkan ekonomi digital Indonesia melesat menjadi Rp 4.531 triliun pada 2030, atau tumbuh 268%.
Nilai ekonomi digital yang luar biasa besar itu, kata Ririek Adriansyah, tidak akan bisa dinikmati rakyat Indonesia jika para pemangku kepentingan (stakehoders) bangsa ini tidak membuat perubahan.
“Kalau nggak ada effort dari kita semua, termasuk teman-teman media, jangan-jangan yang nikmatin bukan kita, tapi justru pemain-pemain luar negeri itu,” ujar dia.
Ririek mencontohkan, pada era digital sekarang,kegiatan bisnis tak lagi mengenal ruang dan waktu. Alhasil, banyak kegiatan perdagangan yang tak lagi melalui prosedur kepabeanan dan perpajakan.
“Dengan digital ini kan negara-negara lain banyak mengekspor produk ke kita tanpa lewat Bea dan Cukai. Penggunaan medsos, seperti Instagram dan Facebook, anyway servis yang diekspor negara lain ke kita akhirnya nggak lewat Ditjen Bea Cukai, Ditjen Pajak, dan prosedur lainnya, sehingga negara tidak mendapatkan apa-apa,” papar dia.
Baca Juga
Telkom (TLKM) Tuntaskan Pengalihan Bisnis Data Center Bernilai US$ 219 Juta
Ririek Adriansyah berharap Telkom punya andil besar dalam mendorong pemanfaatan ekonomi digital bagi kepentingan nasional, terutama untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas dan mengurangi angka kemiskinan.
“Nah, ini sebenarnya yang mesti kita diperjuangkan karena potensi yang sangat besar tadi bisa useless. Kalau kita nggak ngapa-ngapain, kita nggakakan menikmati atau menjadibagian ekonomi digital. Jadi, upaya Telkom ini tidak hanya untuk kami sendiri, tapi juga untuk bangsa dan negara, untuk masyarakat Indonesia,” tandas dia.
Kinerja Keuangan dan Saham
Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (15/3/2024), saham TLKM ditutup di level Rp 3.970, menguat 10 poin (0,30%). Saham TLKM kini memiliki price to earning ratio (PER) 20,18 kali, dengan return on asset (ROA) 7,06% dan return on equity (ROE) 13,04%.
Laporan keuangan Telkom menunjukkan, perusahaan telekomuniasi pelat merah itu pada kuartal III-2023 mencetak laba bersih Rp 19,5 triliun, naik 17,6% secara tahunan (year on year/yoy).
Telkom membukukan pendapatan konsolidasi Rp 111,2 triliun, tumbuh 2,2% (yoy). Pendapatan Telkom ditopang bisnis data, internet & IT services, dan IndiHome dengan pertumbuhan masing-masing 4,8% dan 4,3%.
Baca Juga
Satelit Merah Putih 2 Diluncurkan, Telkom (TLKM) Gelontorkan Dana Rp 3,5 Triliun
Adapun laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) perseroan mencapai Rp 59,1 triliun, dengan margin EBITDA sebesar 53,1%, meningkat dibanding 52,2% pada semester I-2023.
Telkom hingga kuartal III tahun silam berhasil menekan biaya pemasaran sebesar 6,9% (yoy) menjadi Rp 2,6 triliun berkat strategi dan target promosi yang efektif.
Ririek Adriansyah mengatakan, kinerja positif yang dicapai Telkom menunjukkan bahwa evolusi dan transformasi bisnis yang tengah dijalankan perseroan membuahkan hasil.
