Fokus Kembangkan Data Center dan Fiber Optic, Manajemen Telkom (TLKM) Ungkap Tujuan Besar Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) berambisi menaikkan valuasi perusahaan melalui transformasi portofolio data center dan fiber optik. Bahkan, kedua aset ini akan dikembangkan dengan mengundang sejumlah mitra strategis (partner).
“Valuasi bisnis data center sangat besar bisa mencapai 20-30 kali dan fiber optic juga mencapai double digit. Valuasi tersebut jauh di atas Telkom berkisar 5-7 kali. Kalao kita bisa mengelola dua portofolio aset ini dengan baik tentu valuasi Telkom akan meningkat,” ujar Direktur Group Business Development Telkom Honesti Basyir saat Buka Puasa Bersama dengan Pimpinan Redaksi Media Massa, di Jakarta, Jumat (15/3/2024).
Baca Juga
Telkom (TLKM) Tuntaskan Pengalihan Bisnis Data Center Bernilai US$ 219 Juta
Terkait transformasi bisnis data center Telkom, Honesti mengurai, memiliki nilai lebih didukung trafik besar, seperti 158 juta pelanggan Telkomsel dan 90 juta pelanggan home brand. Perseroan juga memiliki hampir semua model data center yang dikelola melalui anak usahanya PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC).
Perseroan juga memiliki data center hyperscale di Cikarang dan di Batam. Telkom juga memiliki 26-28 data center. “Ke depan, kita ingin menjadi champion di region dengan kapasitas 440 MW data ceter sampai 2030. Kita juga ingin unlock bisnis ini dan mencari partnership yang memiliki teknologi dan network pasar. Penjajakan partnership kita lakukan tahun ini,” terangnya.
Baca Juga
Satelit Merah Putih 2 Diluncurkan, Telkom (TLKM) Gelontorkan Dana Rp 3,5 Triliun
Dia menambahkan, segmen bisnis data center akan menjadi grocery perseroan ke depan. Saat ini perseroan telah memiliki sebanyak 37 MW data center dan tengah memasuki tahap pembangunan sebanyak 34 MW, sehingga kapasitas akhir tahun diharapkan meningkat menjadi 70 MW data center.
“Kita ingin menjadi leader data center di Indonesia hingga regional. Saat ini, kita sudah memiliki 30% dari kapasitas data center di Indonesia,” terangnya.
Fiber Optic
Terkati bisnis fiber optic, Honesti mengatakan, Telkom telah memliki sepanjang 176 ribu kilo meter fiber optic atau panjangnya setara dengan empat kali keliling bumi. Potofolio ini nantinya dikelola anak usahanya Infraco. Portofolio ini juga didukung ekosistem yang kuat oleh Telkomsel, Mitratel, dan anak usaha lainnya.
“Infraco salah satu segmen bisnis yang sedang ditransformasi secara massif, karena aset infrastruktur ini belum terpakai secara optimal dan mostly dipakai sendiri oleh Telkomsel. Padahal, regulasi ke depan harus sharing. Oleh karena itu, kita ingin membuka fiber optic ini dengan B2B, sehingga didapat harga lebih bagus,” terangnya.
Baca Juga
PT Telkom (TLKM) Mau Transfer Aset Fiber Optik ke InfraCo, Berapa Nilainya?
Dia mengungkapkan, nantinya semua fiber optic yang dimiliki Telkom akan dikelola anak usahanya yang telah dibentuk akhir tahun lalu. “Tahun ini, aset fiber optik masih pegang Telkom atau belum ditransfer. Pengalihan ditargetkan mulai terealisasi semester I-2025, sehingga fiber optik menjadi perusahaan independen, profesional, dan trasparan,” terangnya.
Usai pengalihan aset tersebut, Honesti mengatakan, segmen bisnis fiber optik perseroan ini menjadi netral, sehingga bisa mengundang operator lain masuk dan menggunakannya. “Setelah ditransfer ke anak usaha, kami akan mencarikan partner pengembangan portofoio ini. Sebab, investasi di fiber membutuhkan modal dan teknologi besar dan sangat berisiko dikembangkan sendiri,” terangnya.

