IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidasi dengan Support 6.000 Hari Ini, Tiga Saham Dipimpin ENRG Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id –Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (2/10/2026), berpotensi bergerak konsolidasi dengan rentang 6.000-6.200. Tiga saham pilihan terdiri atas ENRG, COCO, dan VKTR.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa pergerakan indeks akan dipengaruhi rilis data ekonomi global, terutama data tenaga kerja AS yang akan menjadi perhatian dalam membaca arah kebijakan The Fed. Dari domestik, surplus perdagangan Agustus mencapai US$3,55 miliar, sementara inflasi September tercatat 3,28% YoY, menunjukkan aktivitas ekspor masih solid namun tekanan harga domestik mulai meningkat.
Baca Juga
Yield Treasury AS 10-Y Turun Usai Sentuh Level Tertinggi dalam 24 Tahun
Pasar juga akan mengevaluasi dampak reshuffle kabinet dan implementasi short selling terhadap sentimen serta aktivitas perdagangan. Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tekanan setelah menembus support Fibonacci 6.019 dan ditutup dekat level psikologis 6.000. MACD masih menunjukkan bearish momentum. “IHSG akan bergera menuju support support berikutnya 5.854 dengan resistance 6.185–6.240. Kemampuan kembali menembus 6.185 menjadi konfirmasi awal untuk membuka ruang technical rebound, “ tulisnya.
Laju indeks juga akan dipengaruhi penguatan tipis pasar saham Wall Street semalam dengan Dow Jones ditutup menguat 0,040%. Kenaikan juga melanda indeks S&P500 sebanyak 0,19% dan Nasdaq naik tipis 0,039%. Kenaikan harga minyak Brent ke atas level US$ 100 per barel juga akan memengaruhi gerak indeks.
Terkait saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham ENRG dengan target harga Rp 1.440-1.500, COCO dengan target harga Rp 116-124, dan VKTR dengan target harga Rp 855-915.
Baca Juga
AS Disebut Kirim Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah, Minyak Brent Melonjak Lebih dari 4%
Kemarin, IHSG ditutup kembali jatuh sebanyak 61,64 poin (1,02%) menjadi 6.009 disertai dengan investor asing melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 241,85 miliar. Net sell terbanyak melanda saham BMRI senilai Rp 68,49 miliar, GOTO mencapai Rp 68,25 miliar, dan BBRI senilai Rp 41,12 miliar.
Pelemahan dipicu minimnya nilai transaksi harian hanya mencapai Rp 9,63 triliun. Penurunan ini juga dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham. Penurunan tersebut sejalan dengan pelemahan saham sektor teknologi sebanyak 3,93%, sektor transportasi 2,02%, sektor property melemah 1,17%, sektor material dasar melemah 1,99%, sektkor industry turun 1,81%, sektor infrastruktur turun 0,83%, kesehatan turun 0,64%, sektor konsumer primer turun 0,10%, dan sektor keuangan ditutup stagnan. Sebaliknya sektor energi naik tipis 0,32%.
Sebaliknya saham dengan torehan kenaikan harga pesat hari ini, yaitu saham MGNA naik 35% menjadi Rp 189, AKKU naik 32,35% menjadi Rp 45, CCSI naik 25% menjadi Rp 470, ROCK naik 24,74% menjadi Rp 2.370, BLTZ naik 24,68% menjadi Rp 2.880, dan SAFE menguat 24,56% menjadi Rp 710.
