WIKA: Pengambilalihan Whoosh oleh Pemerintah Bisa Perbaiki Kinerja Keuangan 2026
JAKARTA, investortrust.id – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengungkapkan bahwa pengambilalihan pengelolaan Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Whoosh oleh pemerintah dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan perseroan pada 2026.
Direktur Keuangan WIKA Mulyadi mengatakan, kinerja keuangan perseroan saat ini terdampak konsolidasi keuangan kereta cepat yang masih mencatatkan imbal hasil negatif. Kondisi tersebut terjadi karena WIKA masih menjadi bagian dari pemegang saham KCIC.
Berdasarkan data, WIKA memiliki peran di konsorsium bernama PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). Konsorsium ini memiliki 60% saham KCIC. Sisanya, 40% saham KCIC dikuasai konsorsium perusahaan asal China, Beijing Yawan HSR Co Ltd. Adapun pemegang saham PSBI terdiri atas PT Kereta Api Indonesia sebesar 58,53%, WIKA memiliki porsi saham sebesar 33,36%, Jasa Marga 7,08%, dan PTPN I sebesar 1,03%.
Baca Juga
WIKA Kantongi Kontrak Rp 40,25 Triliun dari 71 Proyek Berjalan
“Terkait bagaimana jika kereta cepat nanti diambil alih oleh pemerintah. Ini memberikan dampak positif bagi WIKA,” kata Mulyadi dalam paparan publik secara virtual, Kamis (1/10/2026).
Mulyadi menjelaskan, kondisi tersebut membuat WIKA harus membukukan bagian dari kinerja negatif KCIC dalam laporan keuangan perseroan. Dengan demikian, kinerja KCIC turut menekan laporan laba rugi WIKA.
“Jadi, saat ini konsolidasi keuangan WIKA melakukan konsolidasi berdampak ke equity negatif, karena saat ini kereta cepat itu menghasilkan return yang negatif karena WIKA menjadi bagian dari pemegang saham,” bebernya.
Baca Juga
Saat Whoosh Pindah Tangan ke Pemerintah lewat Inbreng, Giliran WIKA dan Walini jadi Pembahasan
Menurut Mulyadi, apabila kepemilikan atau pengelolaan kereta cepat nantinya diambil alih oleh pemerintah maupun kementerian yang ditunjuk, kondisi tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan WIKA.
“Jadi apabila kereta cepat ini diambil alih oleh pemerintah, ataupun nanti dari kementerian yang ditunjuk oleh pemerintah. Maka secara langsung atau tidak langsung akan meningkatkan kinerja keuangan WIKA,” terang dia.
Mulyadi berharap proses pengambilalihan tersebut dapat terealisasi pada tahun ini sehingga memberikan dampak terhadap kinerja keuangan WIKA pada akhir 2026.
Pemerintah Ambil Alih
Sebagaimana diketahui, pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mulai mengambil alih pengelolaan Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Whoosh dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara pada 15 September 2026.
Baca Juga
Danantara Minta Restrukturisasi WIKA Realistis Tanpa 'Akal-Akalan'
Kemenkeu menyebut terdapat dua special mission vehicle (SMV) yang dapat digunakan untuk mengakuisisi KCIC, yakni PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) atau Indonesia Investment Authority (INA).
Pemerintah juga menyatakan beban utang Whoosh tetap akan ditanggung pemerintah. Beban tersebut dapat ditangani oleh salah satu SMV.
