Metrodata (MTDL) Jadi Distributor IBM, Pendapatan Bakal Melejit
JAKARTA, investortrust.id – PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) melalui anak perusahaan PT Synnex Metrodata Indonesia (SMI) berhasil mendapatkan kepercayaan sebagai distributor resmi IBM. Hal ini dipercaya mampu mendongkrak pertumbuhan pendapatan perseroan tahun depan.
“Melalui kerja sama dengan IBM, MTDL melalui anak usahanya Synnex Metrodata siap mengembangkan AI (artificial intelligent) generatif untuk bisnis dengan menawarkan produk perangkat lunak dan perangkat keras IBM yang komprehensif,” ucap Presiden Direktur MTDL Susanto Djaja, Kamis (21/12/2023).
Produk IBM terebut meliputi advanced server, storage, dan software termutakhir untuk memenuhi kebutuhan konsumen bagi sektor pasar komersial di Indonesia. “Ini tentu saja akan memperkuat layanan IT kita kepada segmen komersial,” sambung Susanti dalam keterangan resminya.
Menurut Direktur SMI Lie Heng, kepercayaan menjadi distributor resmi IBM Indonesia memberikan tiga makna strategis bagi Metrodata Group. Pertama, perseroan dapat membawa mitra ekosistem SMI untuk mengakses infrastruktur teknologi dan solusi sehingga bisa memberikan solusi dan inovasi yang inovatif.
Kedua, keberadaan teknologi ekosistem milik SMI dapat menghadirkan banyak solusi teknologi yang bisa dilakukan untuk pelanggan. Ketiga, perseroan akan bisa berpartisipasi lebih jauh dalam proses transformasi digital yang sedang berlangsung di Indonesia secara menyeluruh termasuk di pemerintahan.
“SMI sebagai anak perusahaan dari Metrodata Group tentunya dengan jaringan yang begitu besar di Indonesia akan memperkenalkan produk IBM lebih lanjut. Sekaligus akan memperluas jejak distribusi dari software dan hardware di Indonesia,” ujar Lie Heng.
Emiten bidang solusi, konsultasi, dan distribusi digital ini berharap kerja sama dengan IBM dapat mendukung banyak sektor dan segmen usaha di Indonesia. Membantu melalui transformasi digital sebagai upaya mendukung industri 4.0 dan Indonesia Emas 2045.
Baca Juga
Meski Rupiah Melemah, Metrodata (MTDL) Tetap Optimistis Pertumbuhan Laba 8%

