IHSG Dibuka Rebound 50 Poin, Saham Sektor Industri Jadi Motor Penggerak
JAKARTA, investortrust.id – indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/9/2026), berhasil rebound hingga 50 poin (0,80%) menjadi 6.171 hingga pukul 09.20 WIB. Rebound tersebut ditopang penguatan sejumlah sektor saham.
Kenaikan tersebut juga sejalan dengan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Kenaikan juga didukung penguatan sejumlah saham big cap, seperti UNTR, AADI, ITMG, ASGR, AMMN, HRTA, ANTM, hingga MORA. Sebaliknya saham GOTO kembali auto reject bawah (ARB) untuk tiga hari beruntun.
Baca Juga
Harga Emas Pulih dari Level Terendah 8 Minggu, Ini Pemicunya
Rebound juga ditopang sejumlah sektor saham berikut, yaitu sektor industry naik lebih dari 2,5%. Kenaikan lebih dari 1% melanda saham sektor energi, material dasar, dan infrastruktur. Sebaliknya saham sektor energi anjlok 2,07%.
Sedangkan saham dengan kenaikan harga paling pesat melanda saham SAFE naik 25% menjadi Rp 570, STRK naik 25,58% menjadi Rp 54, SEMA menguat 19,42% menjadi Rp 492, REAL naik 18,92% menjadi Rp 44, dan ASPI naik 18,67% menjadi Rp 985.
Kemarin, IHSG ditutup melemah hanya 26,16 poin (0,43%) menjadi 6.121,70, meski intraday sesi I sempat anjlok lebih dari 2% ke level 6.013. Investor asing merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 777,17 miliar didominasi saham BMRI senilai Rp 275,08 miliar, ADMF senilai Rp 228,09 miliar, TLKM sebanyak Rp 159,83 miliar, dan BBCA sebanyak Rp 138,73 miliar.
Baca Juga
Jelang Uji Coba Pabrik Hidrogen, Saham BMSR Disebut Bisa Menguat ke Level Ini
Penurunan tersebut sejalan dengan pelemahan pasar saham Asia. Pelemahan juga ditopang penurunan sejumlah sektor saham, seperti sektor teknologi 3,37%, property turun 1,31%, energi melemah 1,10%, transportasi 0,36%, konsumer non primer 0,46%, dan kesehatan kesehatan 0,12%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor konsumer primer 0,70%, sektor industry 0,50%, keuangan 0,03%, dan sektor infrastruktur 0,06%.
Meski IHSG turun, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga lebih dari 24%, seperti SEMA naik 24,85% menjadi Rp 412, IFSH naik 24,80% menjadi Rp 1.560, SOSS naik 24,77% menjadi Rp 1.385, BSWD naik 24,53% menjadi Rp 2.310, ALDO naik 24,48% menjadi Rp 1.195, dan CSMI naik 24,35% menjadi Rp 240.
