IHSG Sesi I Rebound 0,94%, Saham Emiten Prajogo Jadi Motor Penggerak
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (8/11/2024), ditutup melesat sebanyak 67,81 poin (0,94%) menjadi 7.311.67. Bahkan, IHSG sempat naik lebih dari 100 poin.
Penguatan indeks didukung kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar menguat 2,80%, sektor teknologi naik 1,93%, sektor kesehatan 0,43%, sektor transportasi 0,64%, dan sektor industry 0,39%, Sebaliknya penurunan melanda saham sektor consumer primer, sektor keuangan, dan property.
Baca Juga
Penguatan pesat indeks juga terdorong saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, seperti saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) naik 12,92% menjadi Rp 6.775, PT Chandara Asri Pacific Tbk (TPIA) naik 9,33% menjadi Rp 7.325, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 8,40% menjadi Rp 7.100, PT Petrosea Tbk (PTRO) naik 2,39% menjadi Rp 18.200, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 5,62% menjadi Rp 940.
Di tengah penguatan IHSG, dua saham juga catatkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) naik 34,78% menjadi Rp 155 dan PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) naik 25% menjadi Rp 545.
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam, yaitu saham PT Golden Flower Tbk (POLU), PT Indo Straits Tbk (PTIS), PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO), PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT), dan PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS).
Kemarin, IHSG anjlok sebanyak 140 poin (1,90%) menjadi 7.243,86. Pemodal asing kembali merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham jumbo bernilai Rp 1,62 triliun, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 551,04 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 385,35 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 268,48 miliar.
Baca Juga
Kejatuhan indeks kemarin dipicu atas penurunan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar 3,47%, sektor teknologi 2,33%, sektor keuangan 0,97%, sektor energi 0,91%, sektor industry 0,94%, sektor consumer non primer 0,80%, dan sektor kesehatan 0,91%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor consumer primer 0,07% dan sektor property 0,33%.
Meski IHSG anjlok parah, dua saham ini masih berhasil catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Indo Straits Tbk (PTIS) naik 24,79% menjadi Rp 292 dan PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) naik 24,57% menjadi Rp 436.
Grafik IHSG

