United Tractors (UNTR) Bagikan Dividen Rp 430 per Saham, Astra (ASII) Terima Rp 954 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – PT United Tractors Tbk (UNTR) menetapkan pembagian dividen tunai interim tahun buku 2026 kepada pemegang saham sebesar Rp 430 per saham. Pembayaran dividen interim tersebut dijadwalkan pada 26 Oktober 2026.
Manajemen UNTR dalam penjelasan resminya di Jakarta, Senin (28/9/2026), menyebutkan bahwa pembagian dividen interim ini sesuai dengan keputusan sirkuler direksi perseroan pada 23 September 2026 dan telah disetujui dewan komisaris perseroan pada 24 September 2026.
Jumlah dividen interim yang akan dibagikan sebanyak-banyaknya mencapai Rp 1,478 triliun, dengan dividen interim sebesar Rp 430 per saham.
Baca Juga
Persetujuan RKAB Tambang Bertambah, Kinerja United Tractors (UNTR) Tidak Bisa Langsung Pulih
Adapun jadwal pembagian dividen interim UNTR adalah sebagai cum dividen di pasar regular dan negosiasi dilaksanakan pada 6 Oktober. Pembayaran dividen akan dilaksanakan pada 26 Oktober 2026.
Pembagian dividen interim ini didasarkan laporan kinerja keuangan anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) ini pada semester I-2026, yaitu laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 956,281 miliar. Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya tercatat sebesar Rp 82,598 triliun dan total ekuitas Rp 101,751 triliun.
Adapun Astra International (ASII) selaku pengendali dengan kepemilikan 59,5% saham UNTR akan menerima dividen senilai Rp 954,30 miliar.
Baca Juga
Astra (ASII) Serap Capex Rp 16,9 Triliun hingga Semester I-2026, Mayoritas untuk Segmen Ini
Sebelumnya, manajemen UNTR menyebutkan bahwa perseroan mempertahankan target penjualan alat berat sekitar 4.000 unit, dengan penjualan big machine diperkirakan sekitar 800 unit. Pemulihan penjualan alat berat diperkirakan berlangsung secara bertahap mulai 2027.
Namun, peningkatannya diperkirakan belum terlalu signifikan karena perusahaan masih akan melihat perkembangan RKAB produksi batu bara. Jika RKAB produksi batubara terus meningkat, kondisi tersebut berpotensi menjadi katalis bagi penjualan alat berat United Tractors.
