Transaksi Saham Affiliasi Gabriel Rey (TRUK) Disuspensi Hari Ini, Sebaliknya Dua Saham Dibuka Kembali
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara perdagangan (suspense) saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) mulai sesi I, Senin (28/9/2026). Sebaliknya pembukaan kembali perdagangan (unsuspensi) diterapkan untuk dua saham.
Suspensi saham TRUK hari ini dipicu atas lompatan harga dalam beberapa pekan terakhir. Suspensi bertujuan sebagai cooling down dan memberikan waktu yang memadai bagi investor untuk mempertimbangkan kembali investasinya pada saham tersebut.
Baca Juga
IHSG Berpeluang Melemah Awal Pekan Ini, Sebaliknya Saham HRTA hingga ENRG Layak Dicermati
Berdasarkan data BEI, saham TRUK telah melambung sebanyak 228% menjadi Rp 2.580. Kenaikan harga saham TRUK menunjukkan lompatan dalam beberapa hari terakhir dan menjadi suspense yang ketiga dalam dua bulan terakhir.
Lompatan harga saham TRUK ditopang sentimen perubahan komposisi pemegang sahamnya setelah Gabriel Rey dan Andri Hakim mencaplok 20% saham TRUK yang dimiliki Catur Dharma Anugerah. Dalam transaksi pada 18 September 2026, Gabriel Rey, pendiri sekaligus CEO TRIV itu menguasai 15% saham TRUK melalui PT Pukul Rata Kanan. Sementara, Andry Hakim menguasai 5% saham TRUK lewat PT Hakimson Growth Capital.
Baca Juga
BEI Resmi Hapus Batas Rp50: Harga Saham Minimum Rp1 Mulai Berlaku Hari Ini
Sebaliknya BEI membuka kembali atau unsuspend transaksi saham PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) dan PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) mulai sesi I hari ini. Sebelumnya kedua saham tersebut terkena suspense akibat lompatan harga saham tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Saham SEMA telah melambung elbih dari 169% menjadi Rp 266 dalam sebulan terakhir atau sebelum terkena suspense sejak 21 September 2026. Meski dibuka, saham SEMA hanya bisa ditransaksikan di papan pemantauan khusus dengan mekanisme full call auction (FCA).
Begitu juga dengan saham SMLE telah melambung lebih dari 80% menjadi Rp 284 selama sebulan terakhir atau sebelum terkena suspense sejak 25 September 2026. Sedangkan kenaikan harga saham SMLE dalam tiga bulan terakhir telah lebih dari 184%.
