IHSG Ditutup Rebound Signifikan 1,56%, Seluruh Sektor Saham di Zona Hijau
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (23/9/2026), ditutup rebound signifikan setelah naik 97,87 poin (1,56%) menjadi 6.374. Rentang pergerakan 6.253-6.380 dengan nilai transaksi Rp 11,65 triliun. Sentimen positif datang dari pengumuman BI Rate bertahan di level 5,75%.
Kenaikan tersebut sejalan dengan penguatan mayoritas saham big cap, seperti saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, yaitu BREN, TPIA, BRPT, CDIA, CUAN, hingga PTRO. Kenaikan juga didukung saham big bank, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Kenaikan juga didukung saham DSSA, MDKA, MORA, ammn, hingga INDY.
Baca Juga
Potensi Cuan Saham Wintermar (WINS) Jumbo, Proyek Offshore dan Permintaan Kapal Jadi Katalis
Secara sectoral terjadi penguatan seluruh saham, yaitu sektor material dasar naik 3,47%, sektor energi 2,59%, sektor konsumer primer naik 2,49%, sektor property naik 1,99%, sektor infrastruktur naik 1,26%, sektor transportasi naik 1,02%, sektor keuangan 0,56%, sektor konsumer non primer 0,62%, sektor teknologi 0,55%, dan sektor kesehatan 0,01%.
Sejalan dengan kenaikan tersebut, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga signifikan, yaitu saham MPXL naik 34,15% menjadi Rp 220, FORU naik 34,09% menjadi Rp 236, dan UNSP melesat 24,27% menjadi Rp 256. Kenaikan pesat juga melanda saham DEWI sebanyak 22,16% menjadi Rp 226 dan PTSN menguat 18,18% menjadi Rp 442.
Baca Juga
Astra Agro Lestari (AALI) Percepat Replanting untuk Tingkatkan Produktivitas Sawit
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 107,69 poin (1,69%) menjadi 6.277 disertai dengan pemodal asing menjual bersih (net sell) saham senilai Rp 131,72 miliar Net sell terbanyak melanda saham BBRI senilai Rp 339,42 miliar, TINS mencapai Rp 104,75 miliar, dan BBCA mencapai Rp 101,44 miliar. Kejatuhan IHSG ini dipicu pelemahan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor energi turun 2,76%, sektor industry melemah 2,31%, sektor property 2,01%, dan material dasar 1,96%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor konsumer primer 0,33%.
Pelemahan indeks juga dipengaruhi kejatuhan beberapa saham big cap, seperti BYAN jatuh 9,71%. Penurunan juga dipicu kejatuhan seluruh saham emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN, TPIA, BRPT, CDIA, hingga PTRO. Penurunan juga akibat kejatuhan saham AALI, AADI, ITMG, INDY, hingga DSNG.
Sebaliknya tiga saham berikut berhasil catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), seperti FORU naik 34,35% menjadi Rp 176, BPTR menguat 33,78% menjadi Rp 99, dan SAPX naik 24,50% menjadi Rp 376. Meski tak ARA, saham AGAR menguat 22,17% menjadi Rp 2.810, DFAM naik 19,57% menjadi Rp 110, dan STAR naik 15,79% menjadi Rp 440.
