Astra Agro Lestari (AALI) Percepat Replanting untuk Tingkatkan Produktivitas Sawit
JAKARTA, investortrust.id – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mempercepat proses replanting atau penanaman kembali lahan dengan mempertimbangkan aspek kuantitas dan kualitas tanaman. Langkah ini bertujuan untuk mendongkrak volume produksi.
Sebelumnya perseroan membidik luas replanting berkisar 6.000-8.000 hektare. Direktur Astra Agro Lestari (AALI) Tingning Sukowignjo mengatakan, sari sisi kuantitas, perseroan meningkatkan hektare replanting. Sementara dari sisi kualitas tanaman, Astra Agro menggunakan varietas bibit unggul yang dikembangkan oleh Research & Development Astra Agro.
Pada 2025, Astra Agro telah merilis tiga varietas unggul baru yang memiliki ketahanan terhadap Ganoderma, yakni DxP AAL Nirmala MRG, DxP AAL Lestari MRG, dan DxP AAL Sejahtera MRG. Ketiga varietas tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kebun Astra Agro di masa mendatang.
Baca Juga
Astra Agro Lestari (AALI) Siapkan Capex Rp 1,4 Triliun di 2027, Fokus ke 'Replanting'
Selain replanting, dia mengatakan, AALI melanjutkan transformasi melalui pengembangan kompetensi sumber daya manusia dan penerapan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan operasional.
Pada 2025, Astra Agro mencatat reduksi emisi Scope 1 dan Scope 2 sebesar 35,69% dibandingkan baseline 2019. “Penggunaan energi terbarukan mencapai 92,3%, sedangkan pemanfaatan limbah padat mencapai 100%,” ujar Tingning dalam acara Astra Media Day 2026 di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Salah satu implementasi transformasi tersebut adalah pemanfaatan teknologi methane capture yang mengolah Palm Oil Mill Effluent (POME) atau limbah cair pabrik kelapa sawit menjadi biogas. Biogas tersebut kemudian dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi terbarukan.
Hingga Semester I 2026, tiga fasilitas methane capture Astra Agro di Riau telah menghasilkan pemanfaatan biogas sekitar 8,01 juta Nm³ sekaligus berkontribusi pada pengurangan emisi sekitar 39.573 ton CO₂ ekuivalen.
Baca Juga
Inovasi Varietas Unggul dan Pupuk Hayati Jadi Kunci Astra Agro (AALI) Dongkrak Produktivitas Sawit
Menurut Tingning, berbagai inisiatif tersebut menunjukkan bahwa upaya meningkatkan kinerja bisnis dan menjalankan transformasi perlu dilakukan secara beriringan. “Bagi kami, kinerja dan transformasi harus berjalan bersama. Peningkatan produktivitas, efisiensi sumber daya, pengembangan sumber daya manusia, serta pengelolaan lingkungan merupakan pondasi untuk keberlanjutan bisnis,” imbuh Tingning.
Terkait kinerja keuangan, AALI berhasil membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,10 triliun pada Semester I 2026, melonjak 56,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp702 miliar.
Kinerja positif tersebut ditopang upaya Perseroan menjaga produktivitas dan efisiensi, konsistensi proses operasional, serta transformasi keberlanjutan. Selain itu, pergerakan harga crude palm oil (CPO) dan permintaan minyak nabati global turut memengaruhi kinerja Astra Agro Lestari.
Baca Juga
BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 di Kisaran 4,9-5,7%
Pada periode yang sama, pendapatan bersih AALI mencapai Rp 15,3 triliun, tumbuh 5,6% dibandingkan Rp14,45 triliun pada Semester I 2025. Sejalan dengan pertumbuhan laba, laba per saham atau earnings per share (EPS) tercatat sebesar Rp 571 per saham, meningkat 56,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Tingning Sukowignjo mengatakan, capaian tersebut menunjukkan pentingnya konsistensi perseroan dalam menjalankan operational excellence, mengontrol belanja, menjaga efisiensi, dan melakukan continuous improvement di seluruh lini operasional.
“Kami percaya bahwa proses yang baik akan membuahkan hasil yang baik. Hal ini sudah dibuktikan dengan resilience Astra Agro dalam menghadapi tantangan industri sawit yang volatile, dimana Perseroan masih bisa membukukan pertumbuhan kinerja positif di tengah lanskap ketidakpastian,” ujarnya.
