IHSG Sesi I Rebound 40 Poin, Mayoritas Sektor Saham di Zona Hijau
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (23/9/2026), ditutup rebound dengan kenaikan 40,42 poin (0,64%) menjadi 6.317. Penguatan terdorong kenaikan mayoritas sektor saham.
Penyumbang utama kenaikan berasal dari saham sektor material dasar, industry, konsumer primer, dan transportasi dengan kenaikan lebih dari 1%. Kenaikan juga melanda saham sektor energi, keuangan, property, teknologi, infrastruktur, dan konsumer non primer.
Baca Juga
Danantara dan Telkom Petakan Kebutuhan Data Center AI hingga 1 GW
Sejalan dengan kenaikan tersebut, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga mengesankan, yaitu saham FORU naik 34,09% menjadi Rp 236, ZATA menguat 28,07% menjadi Rp 73, UNSP melesat 24,27% menjadi Rp 256. Saham ACRO menguat 18,03% menjadi Rp 72 dan SMLE naik 17,39% menjadi Rp 270.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 107,69 poin (1,69%) menjadi 6.277 disertai dengan pemodal asing menjual bersih (net sell) saham senilai Rp 131,72 miliar Net sell terbanyak melanda saham BBRI senilai Rp 339,42 miliar, TINS mencapai Rp 104,75 miliar, dan BBCA mencapai Rp 101,44 miliar. Kejatuhan IHSG ini dipicu pelemahan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor energi turun 2,76%, sektor industry melemah 2,31%, sektor property 2,01%, dan material dasar 1,96%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor konsumer primer 0,33%.
Baca Juga
QRIS Raih Penghargaan Global 50-in-5 di Sidang Majelis Umum PBB ke-81
Pelemahan indeks juga dipengaruhi kejatuhan beberapa saham big cap, seperti BYAN jatuh 9,71%. Penurunan juga dipicu kejatuhan seluruh saham emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN, TPIA, BRPT, CDIA, hingga PTRO. Penurunan juga akibat kejatuhan saham AALI, AADI, ITMG, INDY, hingga DSNG.
Sebaliknya tiga saham berikut berhasil catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), seperti FORU naik 34,35% menjadi Rp 176, BPTR menguat 33,78% menjadi Rp 99, dan SAPX naik 24,50% menjadi Rp 376. Meski tak ARA, saham AGAR menguat 22,17% menjadi Rp 2.810, DFAM naik 19,57% menjadi Rp 110, dan STAR naik 15,79% menjadi Rp 440.
