IHSG Ditutup Tersungkur 56 Poin, Sebaliknya 7 Saham Dipimpin CSMI justru ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/9/2026), kembali ditutup anjlok sebanyak 56,43 poin (0,88%) tinggalkan level 6.400, tepatnya menjadi 6.384. Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan mayoritas pasar saham Asia yang ditutup naik.
Penurunan tersebut dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti energi turun 0,93%, material dasar melemah 0,88%, konsumer non primer turun 0,94%, konsumer primer melemah 0,45%, infrastruktur 1,38%, keuangan 0,36%, teknologi 0,10%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor transportasi 0,55%, kesehatan 0,21%, dan property 0,00%.
Penurunan indeks awal pekan ini juga dipicu atas kejatuhan sejumlah saham big cap, seperti BYAN jatuh 5,06%, FORU anjlok 14,95%, dan ITMG melemah 2,15%. Penurunan juga dipicu kejatuhan seluruh hampir seluruh saham emiten Haji Isam, seperti JARR, PACK, FAST, dan PGUN.
Baca Juga
Meski IHSG ditutup jatuh, sejumlah saham berikut berhasil melesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu CSMI naik 34,48% menjadi Rp 234, TRUE naik 34,38% menjadi Rp 90, AGAR naik 25% menjadi Rp 2.300, NASI menguat 24,79% menjadi Rp 292, HOPE naik 24,78% menjadi Rp 282, BAJA menguat 24,57% menjadi Rp 436, dan INTD naik 24,39% menjadi Rp 306. Meski tak ARA, saham BBSS naik 29,11% menjadi Rp 102 dan JAWA menguat 25,64% menjadi Rp 196.
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup kembali melemah sebanyak 21,27 poin (0,33%) menjadi 6.441,16 dengan nilai penjualan bersih saham oleh investor asing mencapai Rp 1,79 triliun. Aksi tersebut menjadikan IHSG sepanjang pekan lalu turun disertai dengan penjualan bersih bernilai jumbo.
Penurunan indeks akhir pekan lalu dipicu atas pelemahan mayoritas saham big cap, seperti big bank, saham BMRI anjlok 2,04%, BBNI melemah 2,41%, BBCA turun 0,79%, dan BBRI melemah 0,60%. Kejatuhan juga dipicu penurunan drastic saham JARR sebanyak 14,08%, MORA 5,37%, AMMN melemah 4,49%, dan RATU turun 3,22%. Sebaliknya penahan kejatuhan indeks datang dari lompatan saham BYAN.
Baca Juga
PGN (PGAS) Dukung Jargas Gresik-Sidoarjo Jadi Bagian Target 1 Juta Sambungan
Pembalikan arah indeks dipicu atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti property 1,44%, sektor industry 1,64%, sektor kesehatan 1,12%, sektor infrastruktur 0,82%, sektor keuangan 0,93%, sektor energi 0,51%, sektor material dasar 0,18%, sektor konsumer primer 0,16%, dan sektor transportasi 0,91%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor teknologi 0,27%.
Sebaliknya sejumlah saham berikut catatkan penguatan pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham NASI menguat 34,48% menjadi Rp 234, TRUE naik 34% menjadi Rp 67, BAJA menguat 25% menjadi Rp 350, saham KICI naik 24,82% menjadi Rp 352, dan BYAN naik 19,96% menjadi Rp 13.825.
