IHSG Ditutup Anjlok 1,53%, Sebaliknya 3 Saham Dipimpin CSMI Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indek harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (11/8/2026), ditutup anjlok sebanyak 97,49 poin (1,53%) menjadi 6.267. Rentang pergerakan 6.230-6.388 dengan nilai transaksi Rp 12,74 triliun.
Pelemahan tersebut terjadi menjelang pengumuman MSCI indeks besok. Penurunan ini berbanding terbalik dengan pasar saham Asia yang cenderung menguat sepanjang hari ini.
Baca Juga
OJK Siapkan Batas Kepemilikan Saham BEI, Danantara hingga BI Bisa Jadi Pemegang Saham
Pelemahan ini juga dipicu atas penurunan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor industry melemah 3,49%, consumer primer 2,68%, teknologi 2,57%, sektor energi 1,78%, material dasar 1,79%, keuangan 1,01%, dan infrastruktur 1,22%. Sebaliknya saham kesehatan naik tipis 0,19%.
Penurunan juga dipicu atas kejatuhan seluruh saham big cap, seperti saham emiten Prajogo Pangestu terdiri atas BREN, TPIA, BRPT, dan CDIA. Tekanan juga datang dari kejatuhan saham BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Meski IHSG anjlok, sejumlah saham berikut masih berhasil torehkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), seperti CSMI naik 35% menjadi Rp 108, STAR naik 24,70% menjadi Rp 414, dan YPAS naik 24,41% menjadi Rp 790. Kenaikan juga melanda saham FAST sebanyak 14,84% menjadi Rp 418 dan KJEN sebanyak 14,10% menjadi Rp 178.
Baca Juga
Kadin Ungkap 3 Mesin Baru Ekonomi Digital Indonesia: Data Center, AI dan Kripto
Kemarin, IHSG BEI ditutup ditutup anjlok sebanyak 44,28 poin (0,69%) menjadi 6.365,37, namun pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 829,70 miliar. Net buy terbanyak melanda saham DSSA senilai Rp 1,40 triliun, BNBR mencapai Rp 374,38 miliar, dan BBCA mencapai Rp 75,10 miliar.
Adapun penurunan indeks hari ini berbanding terbalik dengan intraday sesi I yang sempat melambung lebih dari 50 poin. Penurunan aksi ambil untung (frofit taking) mayoritas sektor saham, seperti sektor konsumer non primer 1,37%, sektor infrastruktur 1,25%, industry 0,74%, energi 0,68%, property 0,38%, dan teknologi 0,36%,
Meski IHSG anjlok, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga, seperti GIAA naik 33,33% menjadi Rp 72, GMFI naik 31,48% menjadi Rp 71, SULI naik 27,78% menjadi Rp 115, STAR naik 24,81% menjadi Rp 332, IOTF naik 24,53% menjadi Rp 66, dan ROCK naik 24,27% menjadi Rp 2.330.

