Gandeng Ondo Finance, PINTU Targetkan 100 Aset RWA di Tahun Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Pintu Kemana Saja (PINTU) menargetkan jumlah aset tertokenisasi (tokenized real world assets/RWA) yang tersedia melalui platformnya bisa mencapai 100 hingga akhir 2026. Target tersebut sejalan dengan penguatan kolaborasi PINTU dengan Ondo Finance untuk memperluas akses investor Indonesia terhadap aset global berbasis tokenisasi.
Presiden Direktur PINTU Andy Putra mengatakan, PINTU telah mulai mencantumkan aset tertokenisasi Ondo Finance sejak Desember 2025 dengan empat token. Jumlah tersebut kini telah berkembang menjadi 55 token.
“Kalau kita melihat aset atau token apa yang paling diminati oleh investor saat ini untuk RWA, di Indonesia masih favoritnya adalah emas. Emas masih menjadi yang dominan dari sisi minat investor, diikuti oleh saham Amerika,” ujar Andy menjawab Investortrust dalam Pintu VIP Private Media Gathering di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Baca Juga
PINTU Hadirkan VIP Private dengan Layanan Relationship Manager Pribadi
Menurut Andy, pengembangan tersebut merupakan bagian dari visi jangka panjang PINTU untuk membangun marketplace saham tertokenisasi dan RWA yang komprehensif bagi investor Indonesia.
Aset tertokenisasi yang tersedia di PINTU mencakup saham global seperti Apple dan NVIDIA, exchange-traded fund (ETF) dan indeks seperti S&P 500 dan NASDAQ, serta komoditas seperti emas dan perak.
Andy mengatakan, aset-aset tersebut dapat diakses dalam satu aplikasi dan didenominasi dalam rupiah. Investor juga dapat memiliki aset secara fractional mulai dari Rp11.000.
Selain itu, aset tertokenisasi tersebut dapat diperdagangkan selama 24 jam tanpa mengikuti jam perdagangan bursa konvensional. PINTU menyebut transaksi penjualan dikenakan pajak final sebesar 0,21% tanpa biaya transaksi tersembunyi.
“Banyak dari trader kripto yang mulai beralih dari crypto native ke RWA. Itulah yang menyebabkan kami mau membawa ratusan aset tokenisasi ini ke market Indonesia,” kata Andy.
Dia menambahkan, RWA memberikan akses terhadap eksposur aset kelas dunia, mulai dari saham global, indeks hingga komoditas, melalui kepemilikan secara fractional.
Secara global, tokenisasi aset dunia nyata menjadi salah satu segmen yang berkembang di industri aset kripto. Berdasarkan data RWA.xyz yang dikutip PINTU, nilai aset RWA on-chain di luar stablecoin berada pada kisaran US$25 miliar hingga US$35 miliar, atau tumbuh sekitar empat kali lipat dalam setahun terakhir.
Senior Director Asia Pacific Ondo Finance Rania Rahardja mengatakan, Indonesia menjadi salah satu pasar yang dinilai memiliki potensi dalam pengembangan RWA di kawasan Asia Pasifik.
“Melalui kolaborasi dengan PINTU, kami menghadirkan saham dan ETF global secara onchain dengan aksesibilitas, likuiditas, dan transparansi yang lebih baik,” ujar Rania.
Baca Juga
Minat Investor Meningkat, Trader Aset Saham AS Tertokenisasi di PINTU Naik 18%
Pintu VIP Private
Selain memperluas akses RWA, PINTU dalam acara tersebut memperkenalkan layanan Pintu VIP Private untuk nasabah dengan volume trading dan aset kelolaan tertentu sesuai kualifikasi internal perusahaan.
Berdasarkan data internal PINTU sepanjang paruh pertama 2026, pengguna VIP menyumbang lebih dari 40% volume trading di platform. Kontribusinya mencapai lebih dari 40% dari total volume trading spot dan lebih dari 30% dari volume trading futures.
Pada lini Pintu Futures, pangsa volume trading pengguna VIP meningkat dari lebih dari 20% pada Februari 2026 menjadi lebih dari 35% pada Mei 2026.
Andy mengatakan, VIP Private ditujukan bagi trader premium yang membutuhkan layanan personal dan dukungan prioritas. Nasabah dengan status setara dari platform aset kripto lain juga dapat dipertimbangkan masuk melalui mekanisme status match.
Anggota VIP Private mendapatkan layanan seperti relationship manager pribadi, promosi eksklusif, serta dukungan prioritas dalam setiap transaksi.
“Kami akan terus memperluas kolaborasi seperti ini demi menghadirkan lebih banyak pilihan investasi yang relevan, aman, dan sesuai koridor regulasi bagi masyarakat Indonesia,” pungkas Andy.
