Gelar MESOP Tahap II, Hermina (HEAL) Lepas Jutaan Saham
JAKARTA, Investortrust.id – PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) akan menggelar program pembelian saham oleh manajemen dan karyawan atau Management and Employee Stock Option Program (MESOP) tahap II sebanyak 175,37 juta saham.
Direktur HEAL Aristo Setiwidjaja mengatakan, periode pelaksanaan MSOP tersebut akan dilaksanakan dalam kurun waktu 30 Oktober-3 November 2023. “Harga pelaksanaan telah ditetapkan sebelumnya pada 29 Juli 2023 perihal pencatatan saham HEAL,” tulisnya dalam penguman resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (22/10/2023).
Baca Juga
Dengan harga penutupan saham HEAL pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (20/10/2023), Rp 1.460, maka nilai saham yang dicatatkan setara dengan Rp 256,04 miliar.
Sementara itu, Samuel Sekuritas dalam riset terbarunya merevisi naik target harga saham HEAL dari Rp 1.650 menjadi Rp 1.800 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Revisi ini mempertimbangkan kuatnya pentrasi pasar perseroan kepada pasien BPJS Kesehatan. Revisi naik juga didukung UU Kesehatan yang diharapkan berimbas terhadap pertumbuhan penetrasi pasar perseroan.
Analis Samuel Sekuritas Indonesia Brandon Boedhiman dan Jonathan Guyadi mengatakan, perseroan mencatatkan sebanyak 60% pendapatan perseroan dikontribusikan pasien BPJS Kesehatan pada kuartal III-2023. Rumah sakit dengan pasar pasien BPJS kesehatan yang besar akan diuntungkan.
Baca Juga
Direktur Medikaloka (HEAL) Kembali Tambah Saham, Nilainya Segini
“Kami meyakini bahwa ketika situasi makro yang tidak menentu terus membayangi Indonesia, emiten rumah sakit dengan kontribusi JKN yang lebih tinggi akan memiliki kinerja yang lebih baik, karena penurunan pasien mungkin akan berlanjut untuk sementara waktu,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan ini.
Samuel Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih Hermina menjadi Rp 498 miliar tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 299 miliar. Pendapatan perseroan juga diprediksi meningkat dari Rp 4,90 triliun menjadi Rp 5,72 triliun.
