Usai Sahamnya Disuspensi Akibat Lompatan Harga, Prima Globalindo (PPGL) Umumkan Aksi Korporasi
JAKARTA, investortrust.id – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL) berencana melaksanakan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement sebanyak 9,09% saham. Dana dari aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk memperkuat permodalan guna mendukung kegiatan usaha perseroan.
Manajemen PPGL dalam pengumuman resminya menyebutkan bahwa seiring dengan pertumbuhan kegiatan usaha, PPGL memerlukan struktur modal yang lebih kuat dan sehat untuk menjaga stabilitas keuangan, meningkatkan kapasitas pendanaan, serta memperbaiki rasio keuangan yang relevan. Namun demikian, perseroan belum mengungkap investor yang akan membeli saham private placement tersebut.
Baca Juga
Saham PPGL, LIFE, dan SAFE Disuspensi Hari Ini, Dipicu Lonjakan Harga
“Penguatan struktur modal tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tahan PPGL terhadap dinamika industri sekaligus mendukung strategi pertumbuhan yang berkelanjutan,” tulisnya.
Dalam pelaksanaan private placement, PPGL akan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 77,11 juta saham. Saham baru tersebut akan dilepas dengan nilai nominal Rp 22 per saham atau sebanyak-banyaknya 10% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Aksi korporasi ini akan direalisasikan setelah meraih restu pemegang saham dalam RUPSLB pada 23 Oktober 2026.
Baca Juga
IHSG Dibuka Naik 30 Poin Ditopang Semua Sektor Saham, Rebound bakal Berlanjut Sampai Penutupan?
Dengan penerbitan saham baru tersebut, pemegang saham PPGL akan mengalami dilusi kepemilikan saham secara proporsional sesuai dengan jumlah saham baru yang diterbitkan. Dilusi kepemilikan saham diperkirakan sebanyak-banyaknya 9,09%.
Terkait harga pelaksanaan, manajemen PPGL ditetapkan paling sedikit sebesar 90% dari rata-rata harga penutupan saham PPGL selama kurun waktu 25 hari bursa berturut-turut di pasar reguler.
Adapun transaksi saham PPGL hingga kini masih dihentikan sementara (suspense) dipicu atas lompatan harga dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data, kenaikan harga saham ini telah lebih dari 129% menjadi Rp 468 dalam sebulan terakhir.
