NIM BBCA Kembali Menguat, Target Harga Saham Dipatok hingga Rp 8.600
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kokoh dengan rekomendasi beli dengan target harga Rp 7.300-8.600. Hal ini didukung atas keberhasilan BBCA mempertahankan pertumbuhan kinerja keaungan bersamaan dengan trend perbaikan margin bunga bersih (NIM).
BCA (BBCA) berhasil mencetak kenaikan laba bersih menjadi Rp 4,9 triliun pada Agustus 2026. Angka tersebut turun 3% secara bulanan, tetapi masih tumbuh 13% secara tahunan. Kenaikan NIM menjadi salah satu penopang kinerja. Net interest income (NII) BBCA tumbuh 1% secara bulanan dan 8% secara tahunan menjadi Rp 7,1 triliun.
Baca Juga
BCA Optimistis Kredit Tumbuh Mendekati 10% dan Komitmen Tingkatkan Pembagian Dividen
NIM naik 8 basis poin secara bulanan menjadi 5,8%. Kenaikan tersebut terjadi, seiring earning asset yield yang naik 5 basis poin secara bulanan dan 2 basis poin secara tahunan. Sementara itu, cost of fund (CoF) relatif stabil di level 1,1%. Kredit BCA naik 2% secara bulanan dan 11% secara tahunan menjadi Rp 1.018 triliun pada Agustus 2026. Dana pihak ketiga atau customer deposits relatif datar secara bulanan dan tumbuh 8% secara tahunan menjadi Rp 1.257 triliun.
Hingga delapan Agustus 2026, BBCA membukukan laba bersih bank only Rp 40,2 triliun, tumbuh 3% secara tahunan. Realisasi tersebut setara dengan 66% dari proyeksi BRI Danareksa Sekuritas untuk tahun buku 2026 dan 67% dari konsensus, sehingga dinilai relatif sesuai dengan ekspektasi.
Baca Juga
Harga Emas Dunia Turun 1,2% Seusai The Fed Naikkan Suku Bunga
Analis Victor Stefano dan Nataniella Eva Kezia BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 8.600 untuk saham BBCA. Target harga tersebut ditopang sejumlah indikator fundamental, terutama tren NIM yang kembali menguat serta biaya kredit (credit cost) yang tetap terkendali.
BRI Danareksa Sekuritas menilai kinerja BBCA pada Agustus 2026 secara keseluruhan neutral, karena perbaikan NIM dan biaya kredit yang terkendali diimbangi kenaikan biaya operasional serta melemahnya pendapatan operasional lainnya.
Sementara itu, Mandiri Sekuritas dalam riset yang disusun Kresna Hutabarat dan Omar Abdulaziz juga menyoroti tren kenaikan NIM BBCA. Pada Agustus 2026, NIM bulanan BBCA disebut kembali ke level 6% setelah sembilan bulan berturut-turut berada di bawah 6%. Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga Rp 6.400.
