CLARITY Act Gagal di Senat, SEC dan CFTC Lanjutkan Regulasi Kripto
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kegagalan Senat Amerika Serikat (AS) meloloskan CLARITY Act tidak mengubah kewenangan hukum Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC). Namun, kegagalan tersebut membuat jalur regulasi melalui aturan masing-masing regulator menjadi lebih penting dalam jangka pendek.
Senat AS pada 15 September 2026 gagal meloloskan CLARITY Act dalam pemungutan suara prosedural dengan hasil 49 suara mendukung dan 50 menolak. RUU tersebut membutuhkan sedikitnya 60 suara untuk melanjutkan proses legislasi.
Ketua SEC Paul Atkins sebelumnya menegaskan bahwa lembaganya tetap dapat melanjutkan agenda regulasi aset kripto berdasarkan kewenangan yang telah dimiliki. SEC pada Agustus juga menyatakan terus mengembangkan aturan yang disesuaikan untuk pasar aset kripto, meskipun menilai legislasi tetap diperlukan untuk membentuk kerangka hukum yang lebih permanen.
Melansir Coinmarketcapnews, Kamis (17/9/2026) salah satu agenda SEC adalah penyusunan aturan yang memberikan jalur khusus bagi proyek kripto dalam melakukan penghimpunan modal. SEC juga tengah mengembangkan kerangka terkait perdagangan dan penyimpanan aset kripto serta sekuritas yang ditokenisasi.
Dalam agenda regulasi 2026, SEC menyatakan akan mengembangkan aturan untuk memberikan kejelasan mengenai penghimpunan modal menggunakan aset kripto serta mekanisme custody dan perdagangan sekuritas yang ditokenisasi secara on-chain.
Baca Juga
Bitcoin, Ethereum, XRP Relatif Bertahan Usai The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps
Sementara itu, CFTC memiliki ruang untuk mengatur aktivitas kripto yang masuk dalam kewenangannya, terutama derivatif seperti futures dan swap. CFTC juga dapat menangani transaksi komoditas tertentu yang melibatkan margin atau leverage.
Ketua CFTC Michael Selig sebelumnya telah mendorong pembahasan mengenai bagaimana perusahaan dan platform kripto dapat beroperasi dalam kerangka pasar yang berada di bawah pengawasan CFTC. CFTC juga membentuk Innovation Advisory Committee untuk membahas perkembangan teknologi dan produk keuangan, termasuk aset kripto.
Namun, kewenangan regulator saat ini belum membentuk kerangka komprehensif untuk seluruh pasar kripto. Kegagalan CLARITY Act berarti sejumlah persoalan, termasuk pembagian kewenangan SEC dan CFTC serta pengawasan menyeluruh terhadap perdagangan aset kripto spot, masih menunggu keputusan Kongres.
Baca Juga
Clarity Act Gagal di Senat AS, Regulasi Kripto Era Trump Terancam Mandek
SEC dan CFTC sebelumnya telah mengambil langkah bersama untuk memperjelas penerapan hukum sekuritas dan komoditas terhadap aset kripto. SEC menyebut interpretasi tersebut mencakup klasifikasi sejumlah aset digital serta kondisi ketika aset kripto dapat atau tidak lagi menjadi bagian dari kontrak investasi.
Dengan demikian, aturan yang diterbitkan SEC dan CFTC dapat menjadi jalur regulasi kripto AS dalam jangka pendek. Namun, aturan tersebut tetap berada dalam batas kewenangan masing-masing lembaga dan dapat berubah melalui proses regulasi maupun kebijakan pimpinan regulator berikutnya.
Kegagalan CLARITY Act juga berarti pembentukan kerangka hukum federal yang lebih komprehensif untuk pasar aset digital belum tercapai melalui jalur legislatif tersebut.
