OJK Kejar Target Rp 250 Triliun, Penghimpunan Dana Baru Rp 148,3 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penghimpunan dana di pasar modal telah mencapai Rp 148,3 triliun per 6 September 2026. Realisasi tersebut setara 59,3% dari target penghimpunan dana pasar modal tahun ini sebesar Rp 250 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan fokus OJK tidak hanya pada pencapaian jumlah initial public offering (IPO), tetapi juga pada keseluruhan penghimpunan dana di pasar modal.
“Sebagaimana disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK pada PTIJK tahun 2026, OJK telah menetapkan target penghimpunan dana pada tahun 2026 sebesar Rp 250 triliun. Per tanggal 6 September 2026, nilai penghimpunan dana di pasar modal telah mencapai Rp 148,3 triliun,” kata Hasan dalam keterangan tertulisnya kepada media Rabu, (16/9/2026).
Dengan realisasi tersebut, penghimpunan dana pasar modal masih membutuhkan sekitar Rp 101,7 triliun untuk mencapai target Rp 250 triliun hingga akhir 2026.
Hasan mengatakan OJK tetap mengedepankan kualitas keterbukaan informasi dan kesiapan calon emiten dalam mengejar target penghimpunan dana tersebut.
Baca Juga
OJK Buka Suara Soal Penundaan IPO SWAP, Harus Ulang Pengajuan
“Dalam mencapai target dimaksud, OJK tetap senantiasa mengedepankan pada kualitas keterbukaan informasi serta kesiapan calon emiten,” ujarnya.
OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) juga terus melakukan sosialisasi kepada calon emiten, termasuk melalui coaching clinic di sejumlah daerah di Indonesia.
“Dalam rangka mengembangkan perusahaan yang akan melakukan IPO, OJK bersama dengan BEI terus melakukan sosialisasi kepada calon emiten termasuk salah satunya dengan melakukan coaching clinic di beberapa daerah di Indonesia,” kata Hasan.
OJK mencatat hingga 6 September 2026, terdapat 7 perusahaan yang berada dalam pipeline proses pendaftaran IPO dengan perkiraan target dana maksimum sebesar Rp 4,02 triliun.
Menurut Hasan, penurunan jumlah calon perusahaan yang melakukan IPO dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk dinamika kondisi pasar global dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang memengaruhi timing perusahaan dalam melaksanakan penawaran umum.
Selain itu, sejumlah rencana IPO saham masih belum memperoleh persetujuan karena diperlukan peningkatan kualitas keterbukaan informasi.
