IHSG Dibuka Turun Tipis 0,11%, Sebaliknya Saham OBMD dan KOPI Melambung
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (16/9/2026), dibuka turun tipis 7,24 poin (0,11%) menjadi 6.453,91. Penurunan ini sejalan dengan pelemahan mayorita pasar saham dunia.
Penurunan juga dipicu atas pelemahan saham sektor keuangan, infrastruktur, kesehatan, dan transportasi. Sebaliknya saham sektor energi, material dsaar, industry, konsumer primer, konsumer non primer, hingga property catat kenaikan tipis.
Baca Juga
Produksi Emas Antam (ANTM) Cuma 0,83%, MIND ID Soroti Besarnya Peran Tambang Rakyat
Meski dibuka turun tipis, saham OBMD cetak kenaikan harga 23,76% menjadi Rp 246, KOPI naik 17,82% menjadi Rp 238, dan IFA menguat 13,73% menjadi Rp 348.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 73,54 poin (1,13%) menjadi 6.4461,15 disertai dengan penjualan bersih (net sell) saham oleh investor asing senilai Rp 349,27 miliar. Net sell saham terbanyak melanda lima saham BMRI senilai Rp 282,92 miliar, BBRI senilai Rp 99,94 miliar, dan BBNI mencapai Rp 95,85 miliar.
Baca Juga
Penurunan indeks tersebut dipicu atas kejatuhan sejumlah saham big cap, yaitu saham BYAN anjlok 8,11% hingga penurunan 4 saham big bank. Penurunan juga dipicu pelemahan mayoritas sektor saham, seperti sektor keuangan turun 1,36%, energi 1,27%, industry 1,56%, dan property 1,03%.
Meski IHSG terjungkal, sejumlah saham berikut cetak lompatan harga yang mengesankan, yaitu DEFI melesat 34,95% menjadi Rp 139, CCSI naik 24,86% menjadi Rp 442, dan VOKS naik 24,62% menjadi Rp 324. Kenaikan juga melanda saham ALKA sebanyak 18,88% menjadi Rp 7.400, TRJA menguat 18,85% menjadi Rp 145, dan SEMA naik 18,78% menjadi Rp 234.
