Hari Ini, BEI Suspend Saham UDNG, SEMA, ALKA
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara (suspend) terhadap tiga saham emiten mulai sesi I, Rabu (16/9/2026). Sebaliknya pembukan kembali (unsuspend) transaksi saham diberikan untuk satu saham.
Ketiga emiten yang sahamnya disuspensi hari ini, yaitu PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG), PT Semacom Integrated Tbk (SEMA), PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA). Sebaliknya unsuspensi diberikan ke saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK).
Baca Juga
Unsuspensi Saham Guna Timur (TRUK), Manajemen Ungkap Penjajakan Pengembangan Bisnis
BEI dalam pengumuman resminya menyebutkan suspense tiga saham tersebut dipicu atas pergerakan harga yang dramatis dalam beberapa hari terakhir. Data BEI menyebutkan saham UDNG telah anjlok 61,88% menjadi Rp 486 dalam sebulan terakhir.
Sebaliknya suspense saham SEMA dan ELKA dipicu atas lompatan harga signifikan. Saham SEMA telah melambung lebih dari 138% menjadi Rp 236 selama sebulan terakhir dan saham ALKA melambung lebih dari 151% menjadi Rp 7.450 selama sebulan terakhir.
Adapun, BEI melalui pengumuman resminya menyebutkan bahwa berdasarkan penilaian otoritas bursa diputuskan pembukaan penghentian sementara saham TRUK mulai sesi I di papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA).
Baca Juga
Dua Katalis Positif Adaro Andalan (AADI), Harga Sahamnya Bakal Kembali Cetak ATH?
Sebagaimana diketahui transaksi saham TRUK telah terkena suspense sejak 12 Agustus 2026 dipicu atas lompatan harga. Dalam sebulan terakhir atau sebelum disuspensi, saham TRUK telah melambung lebih dari 99% menjadi Rp 1.075.
Terkait lompatan harga saham, manajemen TRUK melalui penjelasan resminya di BEI pekan lalu mengungkap bahwa erseroan memastikan tidak terdapat perolehan kontrak atau sumber pendapatan baru yang signifikan maupun transaksi material yang belum diungkapkan. Perseroan juga menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material khusus yang belum disampaikan kepada publik dan dapat secara langsung dikaitkan dengan kenaikan harga saham.
