IHSG Dibuka Jatuh 60 Poin, Sebaliknya Saham MGNA hingga SAPX Tetap Perkasa
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (11/9/2026), dibuka lanjutkan penurunan dalam sebanyak 60 poin (0,87%) menjadi 6.530. Pelemahan tersebut sejalan dengan kejatuhan mayoritas pasar saham Asia setelah terjadi lonjakan harga minyak dunia.
Penurunan juga dipicua tas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti material dasar, industry, consumer primer, consumer non primer, energi, kesehatan, transportasi, infrastruktur, teknologi, property, keuangan.
Baca Juga
Asia Tetap Jadi Magnet Investasi, Indonesia Diminta Perkuat Daya Saing
Meski IHSG terjungkal, sejumlah saham berikut masih bertahan perkasa, seperti MGNA naik 30,15% menjadi Rp 177, JECC naik 21,21% menjadi Rp 1.000, dan SAPX menguat 21,18% menjadi Rp 492.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok 1,33% ke level 6.589,34 tertekan sentimen global, khususnya memanasnya konflik AS-Iran yang kembali mendorong harga minyak hingga ke atas US$100 per barel. Tekanan juga datang dari yield US Treasury 10 tahun mencapai 4,84%, juga menjadi tekanan bagi aset berisiko dan emerging market seperti Indonesia.
Baca Juga
Dipicu Lompatan Harga, BEI Kembali Suspensi Saham Emiten Haji Isam (JARR)
Penurunan tajam IHSG juga dipicu atas pelemahan seluruh sektor saham, seperti sektor energi melemah 2,06%, sektor infrastruktur 1,31%, material dasar 1,19%, industry 1,19%, property 1,08%, kesehatan 1,22%, consumer non primer 1%, keuangan 0,89%, consumer primer 0,74%, dan transportasi 1,80%.
Meski IHSG jatuh, sejumlah saham justru catatkan penguatan pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu GSMF naik 34,78% menjadi Rp 124, MGNA naik 34,65% menjadi Rp 136, JECC naik 25% menjadi Rp 825, dan SAPX naik 24,54% menjadi Rp 406. Meski tak ARA, saham ini catatkan penguatan pesat, yaitu KPIG naik 28,79% menjadi Rp 85 dan MSKY menguat 24,24% menjadi Rp 82.
