IHSG Diprediksi Lanjutkan Konsolidasi, Adapun TOWR hingga ANTM Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/9/2026), diproyeksikan lanjutkan konsolidasi dengan rentang pergerakan 6.600-6.700. Tiga saham TOWR, PTBA, dan ANTM direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa laju indeks masih dipengaruhi sentiment perkembangan Timur Tengah dan pergerakan harga komoditas, khususnya minyak dan batu bara. Investor juga akan mencermati data retail sales Indonesia Juli yang diperkirakan -3,3% YoY. Begitu juga dengan data US PPI dan CPI pekan ini yang akan menjadi perhatian terkait ekspektasi arah suku bunga The Fed.
“Kami memproyeksikan IHSG masih cenderung konsolidasi di kisaran 6.600–6.720. Support terdekat berada di 6.600, sementara resistance di 6.700. Selama 6.600 masih bertahan, peluang IHSG untuk kembali menguji 6.700 masih terbuka,” tulisnya.
Baca Juga
Prabowo: Bersaing dan Kritik Boleh, tetapi Tetap Rukun dan Bersahabat
Laju indeks juga akan dipengaruhi berlanjutnya penurunan pasar saham Wall Street setelah Dow Jones melemah 0,77%. Pelemahan juga melanda S&P500 sebanyak 0,48% dan Nasdaq mencapai 0,64%. Begitu juga dengan harga minya dunia kembali mencatatkan kenaikan.
Terkait saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham TOWR dengan target harga Rp 490-510, PTBA dengan target harga Rp 3.180-3.240, dan ANTM dengan target harga Rp 3.250-3.310.
Kemarin, IHSG ditutup turun sebanyak 8,24 poin (0,12%) menjadi 6.678,20 disertai dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 438,87 miliar. Meski net sell melanda, net buy saham justru melanda saham ANTM senilai Rp 373,93 miliar, BBRI mencapai Rp 164,52 miliar, dan AADI mencapai Rp 149,40 miliar.
Baca Juga
OJK Buka Suara Soal Penundaan IPO SWAP, Harus Ulang Pengajuan
Penurunan IHSG kemarin dipengaruhi kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti sektor consumer primer turun 1,23%, sektor kesehatan turun 1,33%, keuangan 0,57%, property 0,85%, teknologi 0,96%, dan consumer non primer 0,39%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor industry 0,95%, energi 0,76%, material dasar 0,85%, infrastruktur 0,42%, dan transportasi 2,41%.
Adapun saham dengan kenaikan harga paling pesat sepanjang hari ini, yaitu DPUM menguat 34,62% menjadi Rp 140, SAPX naik 24,43% menjadi Rp 326, ESTI naik 22,84% menjadi Rp 199, KOKA naik 20,22% menjadi Rp 214, dan MSJA menguat 17,74% menjadi Rp 730.
